Ilustrasi gambar parafrase (Keizen Publisher)
INDOZONE.ID - Plagiarisme adalah tindakan yang haram dilakukan dalam dunia akademik. Tindakan ini berupa menjiplak atau mengutip sama persis. Bukan cuma menjiplak, tapi juga sebagai bentuk tidak menghargai karya orang lain.
Plagiarisme sering banget terjadi dalam tulisan mahasiswa, mulai dari tugas paper, artikel jurnal, bahkan tugas akhir atau skripsi.
Padahal, tingkat plagiarisme bisa memengaruhi penilaian terhadap tugas yang kamu buat. Tingkat ini bisa dicek melalui aplikasi turnitin dari kampus atau jasa tertentu.
Baca juga: 5 Jurusan Kuliah Paling Unik di Dunia: Mulai dari Petualangan hingga Ilmu Fermentasi
Setelah dicek, akan terlihat presentasi hasil turnitin dari tulisanmu. Semakin tinggi persentasenya, berarti semakin banyak tingkat plagiarisme dalam tulisanmu.
Untuk mengatasinya, ada cara yang sering banget dilakukan yaitu parafrase. Teknik ini mengubah pola kalimat atau kata tapi masih memiliki makna yang sama. Teknik ini sering banget dilakukan mahasiswa saat menyusun berbagai tugas.
Buat kamu yang masih bingung gimana teknik parafrase yang benar, berikut penjelasan lengkapnya, dijamin aman dari plagiasi.
Cara pertama yang bisa kamu lakukan dengan mengubah struktur kalimat. Kamu bisa mengubah urutan dari subjek, predikat, dan objek. Jadi urutan S-P-O bisa berubah tanpa harus berurutan.
Asli: Penelitian ini menemukan bahwa kebiasaan membaca meningkatkan daya ingat.
Parafrase: Meningkatnya daya ingat ditemukan sebagai hasil dari kebiasaan membaca.
Baca juga: Keren! Alumnus UB Ciptakan Beras Tinggi Protein Pertama di Dunia, Laris di Amerika!
Cara kedua yang bisa kamu lakukan adalah mengganti kata dengan sinonimnya. Dengan ini, kata tersebut akan berbeda tapi memiliki makna yang sama.
Asli: Teknologi memengaruhi pola komunikasi di masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@helpin.official