Kamis, 28 AGUSTUS 2025 • 20:33 WIB

Mahasiswa KKN UNS Wujudkan Sustainable Development Goals lewat Kemitraan Strategis di Tambakboyo Fair

Author

Mahasiswa KKN UNS mengimplementasikan SDG's 

INDOZONE.ID - Implementasi nyata Sustainable Development Goals (SDG’s) kembali dibuktikan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) kelompok 312. 

Melalui pendekatan terintegrasi tiga pilar SDGs, tim menciptakan sinergi berkelanjutan antara kemitraan strategis, inovasi industri kreatif, dan proyeksi pertumbuhan ekonomi lokal di Desa Tambakboyo, Kec Tawangsari, Sukoharjo, selama periode 1-18 Agustus 2025.

Langkah awal yang ditempuh tim KKN UNS 312 sejalan dengan SDG’s 17 (Partnership for the Goals) - menjalin kemitraan strategis dengan Panitia Tambakboyo Fair dan pengelola Cagar Budaya Punden Kyai Guno Wijoyo. 

Kolaborasi ini menjadi fondasi solid untuk menciptakan dampak pembangunan yang berkelanjutan.

Baca juga: Mahasiswa UNY Sulap Jerami Padi Jadi Biofungisida Ramah Lingkungan Bernama BlasOryzin

"Kemitraan ini bukan sekadar formalitas, tetapi kolaborasi substantif yang memungkinkan kami memahami kebutuhan riil masyarakat dan potensi budaya yang dapat dikembangkan," ungkap salah satu anggota tim KKN.

Melalui kemitraan ini, program Interpretasi Kebudayaan Asli Desa Tambakboyo dapat terlaksana dengan akurasi tinggi, menghasilkan desain visual berkualitas untuk empat ikon bersejarah: Punden, Tugu KM 0, Jembatan Gantung, dan Gapura Kyai Guno Wijoyo. 

Transisi ke SDGs 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) terwujud melalui dua program inovatif yang menciptakan identitas kebudayaan dan lambang ikonik Tambakboyo Fair. 

Tim KKN mengembangkan Inovasi Pembuatan Merchandise Official Tambakboyo Fair yang terdiri dari lima produk unggulan: kaos, gantungan kunci, stiker, tumbler, dan paper bag.

Baca juga: Anti Meleng! Bikin Presentasimu Berkesan dengan Upgrade Pakai Rumus S.O.C.I.A.L!

Setiap merchandise dirancang dengan pendekatan desain kontemporer yang tetap menghormati nilai-nilai budaya lokal. 

Produk-produk ini tidak hanya berfungsi sebagai souvenir, tetapi juga media promosi berkelanjutan yang membawa identitas Desa Tambakboyo ke berbagai daerah.

Inovasi kedua berupa pembuatan photobooth bertemakan kebudayaan asli desa menjadi terobosan dalam industri pariwisata lokal. 

Photobooth dengan nuansa kebudayaan nusantara ini dirancang khusus sebagai landmark interaktif yang memadukan pelestarian budaya dengan teknologi modern.

Baca juga: 5 Penyesalan yang Sering Terjadi Pada Pejuang PTN Gap Year: Gak Belajar Serius

"Photobooth ini bukan sekadar spot foto biasa. Kami menciptakan pengalaman imersif yang memungkinkan pengunjung merasakan atmosfer budaya Tambakboyo secara langsung," jelas tim kreatif KKN.

Implementasi dua SDGs sebelumnya diharapkan bermuara pada SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui dua jalur strategis. 

Pertama, penjualan merchandise official yang melibatkan pelaku usaha lokal sebagai mitra produksi dan distribusi, menciptakan rantai nilai ekonomi yang menguntungkan masyarakat setempat.

Kedua, daya tarik photobooth diproyeksikan akan meningkatkan minat kunjungan warga dan wisatawan ke Tambakboyo Fair. 

Baca juga: Perpustakaan Digital Mandalamekar: Inisiasi Universitas YARSI Dorong Literasi untuk Kemajuan Desa

Peningkatan traffic pengunjung ini secara otomatis akan mendorong pertumbuhan sektor ekonomi pendukung seperti kuliner, transportasi, dan jasa lainnya.

"Kami optimistis bahwa merchandise dan photobooth tidak hanya menjadi daya tarik sesaat, tetapi investasi jangka panjang yang akan terus menggerakkan roda ekonomi lokal," harap tim KKN. 

Pernyataan serupa juga diaminkan oleh Ahmad Munajad, ketua pelaksana acara tahunan Tambakboyo Fair, “Inovasi ini dapat menjadi manfaat jangka panjang bagi kami ke depannya terutama dengan perkembangan zaman sekarang ini.”

Pendekatan holistik yang mengintegrasikan ketiga pilar SDGs ini menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. 

Baca juga: Mahasiswa KKN Undip Gelar Penyuluhan Pertolongan Pertama Kejang dan Kram di Desa Wisata Lerep

Kemitraan strategis (SDGs 17) memberikan legitimasi dan dukungan institusional, inovasi industri kreatif (SDGs 9) menyediakan produk dan layanan berkualitas, sementara proyeksi pertumbuhan ekonomi (SDGs 8) memastikan keberlanjutan program.

Model pembangunan ini dapat menjadi best practice untuk program KKN lainnya, membuktikan bahwa mahasiswa mampu menjadi agent of change yang mengimplementasikan SDGs secara konkret di tingkat grassroot.

Keberhasilan program ini diharapkan menghasilkan multiplier effect yang signifikan. 

Tim KKN UNS 312 tidak hanya fokus pada implementasi program selama periode penugasan, tetapi juga memastikan transfer knowledge kepada mitra lokal untuk menjamin keberlanjutan program. 

Baca juga: Aksi Mahasiswa PMM UMM Menginsiasi Digitalisasi UMKM di Desa Jatirejoyoso

Pelatihan desain, manajemen merchandise, dan pengelolaan photobooth telah diberikan kepada Panitia Tambakboyo Fair sebagai bekal pengembangan mandiri. 

Termasuk nantinya akan berkolaborasi dengan akun media sosial populer dalam mempromosikan kegiatan Tambakboyo Fair dan Merchandise. 

"Kami berharap Tambakboyo Fair tidak hanya menjadi acara tahunan biasa, tetapi katalis transformasi ekonomi kreatif yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Desa Tambakboyo," tutup tim KKN UNS 312.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU