Jumat, 22 AGUSTUS 2025 • 15:10 WIB

STAN vs STIN, Mana Lebih Favorit? Berikut Perbedaan, Jalur Masuk, hingga Prospek Kerja

Author

Mahasiswa STAN (kiri) dan STIN (kanan) (FH UMSU dan pknstan.ac.id)

INDOZONE.ID - Sekolah kedinasan banyak banget jadi kampus idaman para siswa untuk melanjutkan studi. Tidak hanya karena gratis, tapi jaminan mendapatkan pekerjaan setelah lulus juga menjadi daya tarik untuk masuk kampus tersebut.

Biasanya, sekolah kedinasan menerapkan disiplin ketat bagi para siswanya. Ini jadi salah satu upaya untuk membentuk karakter. Mereka dididik untuk memiliki jiwa dan mental yang tangguh, jiwa kepemimpinan, hingga integritas tinggi.

Baca juga: Sebanyak 91,55 Persen Lulusan MAN 4 Jakarta Lolos ke Kampus Ternama di Dalam dan Luar Negeri

Ada banyak sekolah kedinasan yang menjadi favorit, atau banyak diincar oleh para pelajar. Sebanyak dua di antaranya adalah Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN dan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN).

Dua sekolah kedinasan ini memang memiliki prospek yang berbeda. PKN STAN lebih fokus kepada kuliah keuangan, sedangkan STIN lebih ke intelijen dan pertahanan. Lantas, apa aja sih perbedaan lainnya dari dua sekolah kedinasan ini? Kira-kira mana yang lebih favorit.

Baca juga: Serunya Belajar Hidup Sehat, KKN UIN Walisongo Edukasi PHBS dan Gelar Lomba Kreatif untuk Anak-Anak

Jalur Masuk

Perbedaan pertama terlihat pada jalur masuknya. STAN memiliki lebih banyak jalur masuk, mulai dari reguler, afirmasi kewilayahan, hingga penerimaan pembibitan. Sementara itu, STIN, hanya memiliki jalur masuk reguler. 

Tingkat Persaingan

Baik STAN maupun STIN, memiliki peminat masing-masing. Pada tahun ini, total 44.307 pendaftar di STAN, dengan kuota 500 orang. Jika dihitung secara perbandingan, berarti 1:89 orang.

Sementara itu, STIN total ada 7.563 orang pendaftar, dengan kuota 100 taruna. Secara perbandingan, berarti 1:76 orang. 

Baca juga: Perluas Jangkauan Pasar, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Jajakan Produk UMKM di Karnaval Banyubiru

Jurusan Kuliah

Jurusan kuliah di STAN dan STIN ini jauh berbeda. Di STAN ada beberapa jurusan, seperti D-IV Manajemen Aset Publik, D-IV Manajemen Keuangan Negara, dan D-IV Akuntansi Sektor Publik. 

Sementara di STIN, jurusannya lebih banyak. Mulai dari S-1 Agen Intelijen, S-1 Analis Intelijen, S-1 Intelijen Ekonomi, S-1 Intelijen Cyber, S-1 Intelijen Teknologi, dan S-1 Intelijen Biomedis.

Syarat Masuk

Syarat masuk di STAN dan STIN cukup berbeda. Di STAN, batas minimal usia yaitu 14 tahun dan maksimal 22 tahun. Di STIN, batas minimal usia 16 tahun dan maksimal 21 tahun.

Lalu, di STAN bisa dari SMA/MA (IPA/IPS/Bahasa) dan SMK/MAK (semua jurusan). STIN berasal dari SMA/SMK/MA, tapi bukan berasal dari paket C.

Baca juga: Dengan Metode Fun Learning, Mahasiswa PMM UMM Ajak Siswa SD Sukapura 1 Berlatih Public Speaking

Tahapan Seleksi

Tahapan seleksi di STAN mulai dari administrasi, seleksi kompetensi dasar (SKD), seleksi lanjutan 1 (TPA, TBI, dan Psikologi), seleksi lanjutan 2 (Tes kesehatan dan kebugaran), tes wawancara, dan terakhir pengumuman hasil.

Di STIN, mulai dari seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar (SKD), tes psikologi, seleksi kesehatan jiwa dan fisik, seleksi samapta & jasmani, dan pendalaman mental & ideologi.

Baca juga: 5 Penyesalan yang Sering Terjadi Pada Pejuang PTN Gap Year: Gak Belajar Serius

Prospek Kerja

Untuk prospek kerja lulusan STAN dan STIN cukup berbeda. Prospek untuk lulusan STAN, bisa bekerja DJP (Pajak), DJBC (Bea Cukai), BPKP, BPK, Kementerian Keuangan, dan Lembaga lainnya. 

Buat STIN, prospek kerjanya mulai dari Intel Polisi, Intel Militer, Analisis Intelijen, Investigator, KPK, BIN, hingga Imigrasi.

Itulah perbedaan STAN dan STIN, mulai dari jalur masuk hingga prospek kerja. Jadi, kamu pilih masuk STAN atau STIN?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@studikedinasan.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU