Selasa, 26 AGUSTUS 2025 • 17:29 WIB

Kisah Otto Wahyudi, Pemuda Tunanetra yang Lolos UNY Jalur SNBT dan Dapat Beasiswa KIPK

Author

Otto Wahyudi, mahasiswa tunanetra UNY (uny.ac.id)

INDOZONE.ID - Keterbatasan fisik tidak menghalangi Otto Wahyudi, pemuda tunanetra asal Bukittingi, Sumatera Barat (Sumbar), yang lolos pada Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2025 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).  

Otto lolos sebagai mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan. Ia sukses meraih skor 606 pada tes tersebut. 

Baca juga: 5 Fakta Unik Institut Pertanian Bogor (IPB), Pernah Jadi Bagian dari UI?

Capaian Otto tidak hanya membanggakan, tapi juga membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk maju dan meraih cita-cita. Ia memilih jurusan tersebut setelah banyak cari tahu di internet, ditambah akreditasi yang sudah unggul.

“Saya juga sempat berkonsultasi dengan sesama penyandang tunanetra di Bukittinggi tentang hal ini, selain itu juga karena budaya orang Minangkabau yaitu merantau maka saya pilih kuliah di Yogyakarta” kata Otto.

Baca juga: Tim Robot Rivera ITS Sabet 2 Penghargaan dalam ABU Robocon 2025 di Mongolia

Berasal dari Keluarga Sederhana

Otto lahir dari keluarga yang sederhana. Sang ayah bekerja sebagai buruh tani di kampung dan ibunya merupakan IRT. Mereka menjadi sosok utama yang selalu mendukung anak-anaknya untuk maju. 

Walaupun kondisi terbatas, semangat Otto meraih cita-cita gak pernah padam. Tekad dan keinginan kuat akhirnya membuahkan hasil. 

Tidak cuma lolos, Otto juga mendapatkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK). Melalui beasiswa ini, Otto bakal mendapatkan dukungan penuh secara finansial selama masa studi.

Baca juga: College vs University: Kenali Perbedaannya Sebelum Salah Daftar

Sesuatu yang Tidak Pernah Disangka

Kabar kelulusan Otto disambut dengan penuh haru oleh orang tuanya. Ayahnya, Herison, mengaku gak menyangka Otto bisa masuk ke salah satu universitas ternama di Indonesia. Ia hanya bisa memberikan dukungan semangat dan doa.

Sang ibu, Reni, juga menyatakan kebanggaannya kepada Otto. Dengan keterbatasan kondisi fisik dan keluarga, Otto bisa membuahkan hasil nyata. 

Baca juga: Tindak Lanjuti Bahaya Brain Rot, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Remaja Karang Taruna Dusun Kauman Diskusi Santai

Setahun lalu saat kelas 11 SMA Otto sudah mengatakan keinginannya untuk studi lanjut. Kami mendukung keinginannya dan soal biaya akan kami usahakan. Ternyata Otto mendapatkan beasiswa KIPK, kami sangat bersyukur” tutur Reni.

Orang tua Otto juga berharap, nantinya sang putra bisa jadi pribadi lebih baik serta mengembangkan diri pada bidang yang ditekuni. Diketahui, Otto ingin masuk ke UKM Reality FIP UNY, sebuah UKM Penelitian di fakultas tersebut.

Baca juga: COC Season 2 Berakhir, Vannes Wijaya Jadi Peraih Juara COC 2

Bukti Kegigihan Bisa Bawa Perubahan

Dengan dukungan dan semangat, Otto siap membuka lembaran baru sebagai mahasiswa. Perjalanannya menjadi contoh, bahwa kegigihan, doa orang tua, dan kesempatan bisa membuka peluang untuk meraih apa yang dicita-citakan.

Otto hanya salah satu dari sekian mahasiswa difabel yang menunjukkan prestasi pada seleksi nasional. Hadirnya Otto semakin membuktikan, bahwa pendidikan tinggi terbuka bagi siapa pun, tanpa memandang fisik dan latar belakang ekonomi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Uny.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU