Ilustrasi kuliah di luar negeri (freepik)
INDOZONE.ID - Punya mimpi kuliah di luar negeri? Udah riset kanan-kiri soal beasiswa yang mau diambil, tapi sering ketemu istilah college dan university. “Emang ada bedanya?”
Kalau kamu lagi baca info beasiswa terus muncul pertanyaan kayak gini, berarti kamu datang ke tempat yang tepat.
Sebelum menentukan beasiswa mana yang pas buatmu, ada baiknya pahami dulu perbedaan collegedan university.
Meskipun sama-sama perguruan tinggi, kalau dilihat dari ukuran, college biasanya lebih kecil. Mirip kayak kampus cabang dengan fokus utama di program sarjana.
Baca juga: 5 Artis Indonesia yang Kuliah di Luar Negeri: Dari Maudy Ayunda hingga Cinta Laura
Sedangkan university ibarat kampus gede dengan banyak fakultas. Dari jenjang pun lebih lengkap, ada sarjana (S1), pascasarjana (S2), sampai Ph.D. (S3).
Kalau memilih college, ruang kelas biasanya lebih kecil. Keuntungannya, kamu bisa lebih akrab dengan dosen dan teman sekelas.
Sementara di university, kelasnya cenderung besar dengan fasilitas super lengkap, termasuk ruang riset, kesempatan magang, dan kegiatan kampus yang lebih variatif.
Minusnya? Karena kelas besar, akan lebih sulit dekat dengan semua teman maupun dosen.
Di luar negeri, public university (misalnya University of California atau University of Michigan) umumnya didanai pemerintah.
Baca juga: Mau Kuliah di Luar Negeri Tapi Minder Paket C? Don’t Be! Ini Jalannya!
Sementara private university (seperti Harvard, Yale, atau Stanford) lebih mengandalkan biaya kuliah, donasi, dan dana abadi.
Itulah yang bikin biaya kuliah di luar negeri seringkali tinggi. Tapi tenang, biasanya ada opsi beasiswa atau bantuan finansial.
Di college, banyak program dua tahun yang disebut associate’s degree. Setelah itu, mahasiswa biasanya bisa melanjutkan studi dengan transfer ke university untuk menyelesaikan gelar sarjana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Furman.edu