Kerja Petani Desa Dersansari Kini Lebih Mudah, Ada Mesin Pemipil Jagung Semi Otomatis dari Mahasiswa Undip
INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim 100 Universitas Diponegoro kembali menunjukkan inovasi teknologi tepat guna di Desa Dersansari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.
Pada 15 Agustus 2025, mereka melaksanakan kegiatan Rancang Bangun Mesin Pemipil Jagung Semi Otomatis yang ditujukan untuk membantu kelompok tani dan para petani jagung di desa tersebut.
Program ini dipelopori oleh Diah Ayu Puspitasari, mahasiswa Sekolah Vokasi Rekayasa Perancangan Mekanik. Kegiatan berlangsung selama 30 menit dalam bentuk demonstrasi langsung di hadapan petani.
Diah memperlihatkan rancangan mesin sekaligus memperagakan cara kerja alat pemipil jagung semi otomatis yang dapat memangkas waktu dan tenaga dibandingkan metode manual.
Baca juga: 5 Cara Lolos Beasiswa ke Luar Negeri dengan Mudah dan Gratis, Dijamin Lolos
Latar belakang program ini berangkat dari kondisi petani Desa Dersansari yang selama ini masih memipil jagung secara manual, baik dengan tangan maupun alat sederhana.
Cara tradisional itu sering kali memakan waktu lama, melelahkan, dan kurang efisien, terutama saat panen jagung dalam jumlah besar.
Kehadiran mesin pemipil jagung semi otomatis diharapkan bisa menjadi solusi nyata untuk meningkatkan produktivitas dan memudahkan kerja petani.
Dalam demonstrasi, Diah menjelaskan bagian-bagian mesin, cara pengoperasian, serta manfaat yang bisa diperoleh.
Baca juga: 4 Tips Belajar Efektif supaya Lebih Konsentrasi: Dapat Hasil Maksimal Bukan Cuma Impian Semata!
Petani diajak melihat langsung bagaimana jagung yang biasanya dipipil satu per satu, bisa selesai jauh lebih cepat dengan bantuan mesin.
Antusiasme terlihat jelas ketika beberapa petani mencoba mengoperasikan mesin tersebut dan merasakan langsung kemudahan yang ditawarkan.
Tujuan dari kegiatan ini adalah mengenalkan petani pada penggunaan mesin pertanian semi otomatis agar mereka lebih terbiasa dengan penerapan teknologi dalam aktivitas sehari-hari.
Manfaat yang diharapkan, selain mempercepat pekerjaan, juga mendorong petani untuk lebih terbuka terhadap inovasi yang bisa membantu meningkatkan hasil pertanian mereka.
Baca juga: 4 Tips Belajar Efektif supaya Lebih Konsentrasi: Dapat Hasil Maksimal Bukan Cuma Impian Semata!
Hasil nyata dari program ini adalah hadirnya mesin pemipil jagung semi otomatis sebagai luaran yang dapat digunakan oleh kelompok tani.
Pemerintah desa mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNDIP ini karena memberi dampak positif langsung bagi masyarakat, sekaligus mendorong petani untuk beradaptasi dengan teknologi.
Program KKNT Tim 100 UNDIP ini menunjukkan bahwa inovasi tidak harus selalu rumit. Dengan ide sederhana namun tepat guna, mahasiswa dapat menghadirkan solusi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung