INDOZONE.ID - Zayyan Abdul Razzaq, anak seorang supir mobil dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat berhasil dapat beasiswa penuh sepak bola di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Zayyan mengaku tak menyangka, kecintaannya terhadap sepak bola justru membawanya bisa berkuliah.
Kecintaan Zayyan terhadap sepak bola sudah tumbuh dari bangku sekolah dasar. Hal ini tidak terlepas dari dukungan sang ayah, yang juga sering mengajak Zayyan menonton bola. Berawal dari bangku tribun, hingga akhirnya berani untuk turun dan main di lapangan.
Pijakan pertama Zayyan yaitu ketika masuk ke Sekolah Sepak Bola (SSB) Saint Prima Bandung pada kelas 2 SD.
Dari sinilah, ia menekuni sepak bola bukan sebatas hobi, tapi juga jalan hidup. Dengan sepak bola, ia juga bisa menjadi pribadi yang disiplin dan pekerja keras.
Baca juga: 9 UKM Paling Unik di Indonesia: Dari Fashion Show, Pengabdian Masyarakat, hingga Astronomi
Dapat Beasiswa Penuh Sepak Bola
Saat ini, Zayyan berhasil menjadi mahasiswa baru Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ia juga sukses mendapatkan beasiswa penuh sepak bola.
Zayyan sempat menempuh pendidikan di pesantren. Setelah lulus, ia melanjutkan pembinaan di Safin Pati Football Academy.
Selama tiga tahun, ia menorehkan sejumlah prestasi, di antaranya juara tiga Piala Suratin tingkat provinsi dan tampil di Jateng Premier League (JPL) 2024–2025.
Baca juga: Mas Pur TOP Lulus Kuliah di Usia 42 Tahun, Bukti Umur Bukan Masalah bagi yang Mau Belajar!
Informasi mengenai beasiswa ini berasal dari gurunya di SMA Muhammadiyah 1 Pati. Pada akhirnya, ia mendaftar, seleksi berkas, uji lapangan, tahap wawancara, hingga akhirnya berhasil lolos beasiswa.
“Alhamdulillah, semuanya lancar sampai tahap terakhir, dan saya lolos seleksi beasiswa penuh sepak bola UMY ini,” ujar Zayyan.
Baca juga: Penjelasan Summa, Magna, Cumlaude biar Makin Semangat Kuliah: Mahasiswa Berprestasi Wajib Tahu!
Disambut dengan Haru
Kabar lulusnya Zayyan membuat kedua orang tua terharu, apalagi sang ayah sudah lagi tidak bekerja.
“Orang tua saya sangat bersyukur dan terharu. Mereka senang sekali karena saya bisa melanjutkan ke pendidikan tinggi dengan beasiswa penuh di jurusan yang saya sukai,” ungkapnya.
Baca juga: Generasi UNS 2025: Membangun Identitas Akademik Mahasiswa Baru yang Humanis dan Kompetitif
Perjalanan Mewujudkan Mimpi
Bagi Zayyan, beasiswa ini bukan sekadar keringanan biaya, tapi juga tempat mewujudkan mimpi. Ia juga sadar, sebagai penerima beasiswa, harus menjaga nilai akademik agar tetap stabil.
Penerima beasiswa UMY tidak boleh memiliki IPK di bawah 2,75 dan khusus beasiswa sepak bola, mahasiswa wajib aktif membela PS Hizbul Wathan (PSHW).
“InsyaAllah bisa, asal pintar-pintar mengatur waktu,” katanya.
Mimpi Zayyan gak berhenti sampai sini, ia juga memiliki keinginan untuk berlaga di Liga 1 nantinya. Bahkan gak menutup kemungkinan di kancah internasional, tanpa meninggalkan pendidikannya.
“Harus seimbang, antara sepak bola dan akademik,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Umy.ac.id