Selasa, 16 SEPTEMBER 2025 • 18:00 WIB

PaPipot: Inovasi Polybag Ramah Lingkungan Ciptaan Mahasiswa UGM, Terbuat dari Pelapah Pisang

Author

Tim PKM Kewirausahaan UGM menciptakan PaPipot (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Berawal dari keresahan atas tanaman limbah pisang, empat mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) ciptakan inovasi pot polybag ramah lingkungan.

Keempat mahasiswa UGM yang melakukan inovasi ini yaitu Oudy Nur Syafitri (Pengembagan Produk Agroindustri), Vanya Khairunisa (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian), Aliya Sarma Nela (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian) dan Lanang Tsaqif Hakim (Manajemen).

Tim ini mendapatkan bimbingan dari Dr. Eng Annie Mufyda Rahmatika, sebagai dosen Pengembangan Produk Agroindustri, Sekolah Vokasi UGM.

Baca juga: Praktis! Universitas Brawijaya Bikin E-book Interaktif Standar Korea

Inovasi Bernama PaPipot

Mereka tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K). Polybag ini digunakan sebagai media pembibitan tanaman, yang diberi nama PaPipot atau kependekan dari Pelepah Pisang Pot.

Oudy mengungkapkan, inovasi ini berawal dari keresahan limbah tanaman pisang, khususnya bagian pelepah pisang yang jadi bahan utama produk ini. Ia mengaku, limbah ini sering dibiarkan begitu saja.

Baca juga: Maba Untag Surabaya Pecahkan Rekor MURI Lewat Komik AI Bertema Patriotisme

“Setelah pemanenan pelepah-pelepah itupun mengering karena pohon pisang hanya menghasilkan buah sekali seumur hidup. Padahal, tumbuhan ini memiliki banyak manfaat, salah satunya menunjang pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah karena mengandung unsur nitrogen, kalsium, dan fosfor yang dibutuhkan tanaman,” ujar Oudy.

Biasanya, limbah pelepah pisang ini sering digunakan sebagai pakan ternak. Padahal sesungguhnya bisa ditingkatkan nilai jualnya, lewat inovasi ini. 

Baca juga: Incar Spesialis Kedokteran? Simak 4 Bidang Ini Beserta Peluang Karier, Gaji, dan Bisnis

Produk Ramah Lingkungan

Sebagai media semai biodegradable, PaPipot bukan cuma memperkaya unsur hara tanah ketika digunakan. Akan tetapi bisa beralih ke media tanam yang ramah lingkungan.

“Dengan hadirnya PaPipot, kami berharap petani maupun masyarakat dapat lebih mudah beralih ke media tanam ramah lingkungan. Terlebih permasalahan terkait kerusakan akar ketika pengeluaran tanaman dari polybag sintetik dapat diatasi melalui produk ini,” ungkapnya.

Oudy juga menyebut, inovasi polybag ramah lingkungan ini bisa mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Karena penerapan desain air-pruning serta diperkaya ekstrak jeruk dan serai, yang berfungsi untuk mengusir hama.

Baca juga: Perbedaan KTI vs Essay, Simak Biar Gak Jadi Salah Kaprah di Dunia Kampus!

Dinilai Lebih Praktis

Dengan sifat biodegradable, PaPipot tidak menimbulkan adanya penumpukan sampah atau dampak negatif pada lingkungan. Bio-polybag ini bisa ditanam langsung dengan bibit ke dalam tanah tanpa harus dibuka. 

Cara ini dinilai lebih praktis, ramah lingkungan, dan bisa menjaga keutuhan serta kesehatan akar. Fitur air-pruning juga bisa mengoptimalkan pertumbuhan akar agar meningkatkan penyerapan nutrisi.

Saat ini, produk PaPipot telah dipasarkan melalui e-commerce dan hadir di berbagai event. Hadirnya produk ini diharapkan bisa meningkatkan nilai ekonomi pertanian, serta jadi solusi mengurangi penggunaan polybag plastik sebagai media pembibitan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU