Selasa, 16 SEPTEMBER 2025 • 13:28 WIB

Selamat! Mahasiswa ITB Olah Kulit Jeruk Jadi Bioinsektisida, Juara ISPC 2025

Author

Potret Tim ITB (itb.ac.id)

INDOZONE.ID - Tim mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali bikin gebrakan di kancah kompetisi ilmiah internasional. Mereka meraih juara pertama di ISPC 2025 (International Scientific Paper Competition) yang berlangsung di Universitas Negeri Semarang. 

Tim ITB ini terdiri dari Hanif Yusran Makarim (Rekayasa Pertanian) dan Muhammad Daffa Anrizky (Teknik Bioenergi dan Kemurgi). Aksi mereka gak cuma mengangkat gagasan keren, tapi juga solusi nyata dari limbah yang selama ini sering dianggap remeh.

Baca juga: Kembangkan Inovasi Ransum Ternak, Tiga Mahasiswa UGM Dapat Penghargaan Best Formulation

Gagasan Sederhana, Dampak Besar

Judul project mereka adalah Valorization of Orange Peel and Clove Extracts into Nanoengineered d-Limonene-Eugenol Bioinsecticide for Sustainable Pest Control.

Project ini memanfaatkan kulit jeruk dan ekstrak cengkeh. Kulit jeruk menyumbang zat d-limonene yang bikin hama enggan makan daun jagung, sementara eugenol yang diambil dari cengkeh bekerja menyerang sistem saraf hama. 

Untuk bikin produk bioinsektisida yang stabil, mereka pakai surfaktan seperti Span 80 dan Tween 80 agar campuran zat-zat ini tahan lama.

Masalah yang mereka ingin selesaikan adalah, serangan hama Spodoptera frugiperda, yang selama ini jadi momok buat petani jagung karena bisa menurunkan hasil panen dan berdampak ke sisi finansial.

Proses dan Dukungan

Tim ini gak kerja sendirian. Mereka mendapat dukungan dari beberapa bidang keilmuan lainnya seperti Teknik Pangan, Teknologi Pasca Panen, dan Mikrobiologi dalam bagian penulisan dan pengujian karya ilmiahnya. 

Karya mereka juga direncanakan akan dipublikasikan di konferensi internasional International Conference of Innovative Biofrontiers Students.

Inovasi ini menawarkan beberapa manfaat sekaligus

  • Pemanfaatan limbah kulit jeruk yang selama ini cuma dibuang;
  • Mengurangi penggunaan pestisida kimia yang bisa merusak lingkungan;
  • Melindungi tanaman jagung dari hama yang merugikan;
  • Memberi alternatif bioinsektisida yang lebih ramah lingkungan dan bisa jadi solusi lokal;
  • Diharapkan teknologi semacam ini bisa dikembangkan lebih luas, tidak hanya untuk petani jagung;
  • tapi juga tanaman lain yang rentan serangan hama, agar petani punya pilihan selain pestisida kimia yang kadang mahal dan berisiko.

Nah, kalau kamu dikasih kesempatan bikin penelitian dengan tema lingkungan, bahan limbah misalnya, kamu mau explore apa?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itb.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU