Jumat, 19 SEPTEMBER 2025 • 17:25 WIB

IPB Pamer Teknologi Reklamasi Lahan Bekas Tambang , Ini Manfaatnya!

Author

Momen Seminar IPB (ipb.ac.id)

INDOZONE.ID - IPB (Institut Pertanian Bogor) telah menggelar Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Reklamasi Tambang pada 9 hingga 12 September 2025 di IPB International Convention Center, Bogor.

Seminar ini dielu-elukan sebagai cara kampus yang tidak sekadar bicara, tapi juga menunjukan inovasi nyata dalam memulihkan lahan bekas tambang yang selama ini dianggap mati.

Baca juga: ICOCAS 2025 Hari Pertama: FIB Undip Jadi Tuan Rumah Seminar Internasional Bahas Peran Humaniora di Dunia Global

Dipimpin Pusat Studi Reklamasi Tambang (Reklatam) IPB, acara ini udah bagian dari rangka Dies Natalis ke-62 dan Hari Pertambangan & Energi.

Salah satu misi utamanya, mendiseminasikan teknologi yang dikembangkan perguruan tinggi supaya reklamasi bisa lebih efektif dan bermanfaat.

Inovasi Teknologi, Air Asam Tambang, dan Lahan Basah Buatan

Dari berbagai hasil riset dan karya teknologi yang dipamerkan, teknologi sistem lahan basah buatan (constructed wetlands) untuk mengelola air asam tambang, menarik perhatian banyak orang.

Teknologi ini dianggap lebih efisien ketimbang metode tradisional, seperti penggunaan kapur aktif yang mahal dan berat secara operasional.

Air asam tambang perlu diurus karena air limbah bekas tambang sering punya kadar asam tinggi, mengandung logam berat, dan bahan organik yang berbahaya untuk lingkungan.

Dengan lahan basah buatan, air itu disaring lewat tanaman penyerap logam dan mikroorganisme sampai kandungan berbahayanya berkurang. Tak ayal, lahan bekas tambang pun bisa dipakai lagi, misalnya untuk perikanan.

Kolaborasi dan Dampak Nyata

Seminar ini juga jadi tempat pameran teknologi IPB dan mitra, mulai dari akademisi, peneliti, sampai perusahaan pertambangan.

Ada kerja sama antara Reklatam IPB dengan mitra seperti PT Berau Coal, PT Solusi Bangun Indonesia, dan PT Sucofindo.

Menurut Dr Irdika Mansur, Kepala Pusat Studi Reklatam, tujuan besar dari teknologi ini tidak cuma memulihkan lahan secara fisik, tapi juga memulihkan fungsi ekologi, mendukung ketahanan pangan lokal, dan mengembalikan keanekaragaman hayati.

Selain itu, Prof Iskandar Z Siregar, Wakil Rektor IPB bidang Konektivitas Global, Kerjasama, dan Alumni, menekankan bahwa kampus harus jadi “living laboratory” sebagai tempat teori dan praktik bisa langsung diuji hingga diterapkan. Jadi, tidak hanya diteliti di lab, lalu kalah di lapangan. 

Baca juga: IPB-Kemenhut Kembangkan Teknologi untuk Penyelamatan Badak Jawa dan Sumatera yang Terancam Punah

Teknologi lahan basah buatan, sistem penyerap logam, dan inovasi IPB lainnya memberi harapan, bahwa lahan bekas tambang gak harus dibiarkan terbengkalai. Kalau reklamasi ditangani dengan baik, itu bisa jadi sumber kehidupan baru.

Nah, menurut kamu ini inovasi yang penting atau biasa aja?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itb-ad.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU