INDOZONE.ID - Punya kelebihan menguasai bahasa Inggris dan berbicara lancar layaknya penutur asli sudah semakin umum di kalangan mahasiswa.
Tapi gimana kalau disuguhkan pemandangan: ada teman yang bisa melontarkan candaan dalam bahasa Spanyol, membaca novel berbahasa Prancis, sekaligus ikut pertukaran pelajar ke Tiongkok? Nggak heran kalau timbul pertanyaan: kok bisa sejago itu?
Di dunia perkuliahan, kemampuan menguasai berbagai bahasa tentu bisa membuka banyak peluang.
Baca juga: Bukan Hanya Indonesia yang Pelajari Bahasa Indonesia, 4 Negara Ini Juga
Mulai dari kesempatan beasiswa luar negeri, bergabung dalam komunitas atau organisasi internasional, hingga menjadi delegasi pemuda yang mewakili Indonesia bersama mahasiswa lainnya. Kalau kamu punya mimpi menjadi poliglot, ini beberapa trik yang bisa kamu coba!
-
Situational Learning
Biar nggak tiba-tiba ngeblank saat bicara, biasakan otak menghubungkan kosakata dengan situasi. Cobalah posisikan diri pada kondisi yang mendorongmu menggunakan bahasa tersebut.
Aplikasi seperti Duolingo atau Memrise memang dapat membantu menambah kosakata, tetapi belum tentu efektif untuk penerapannya sehari-hari. Lebih baik, latih diri untuk mengingat kosakata berdasarkan konteks dan lokasi berbeda. Tidak harus percakapan panjang, yang penting konsisten.
Baca juga: Inspiratif! Deva Ale, Mahasiswi ITB Stikom Ambon Presentasi Skripsi Pakai Bahasa Isyarat
2. Kuasai Variasi Kosakata
Menghafal kosakata saja nggak cukup. Pelajari juga variasinya agar pemahaman semakin dalam dan bicara pun lancar tanpa henti.
Contohnya, kata strong. Dari situ, kamu bisa mendalami bentuk adjective (strong), verb (strengthen), noun (strength), hingga adverb (strongly).
Dengan begitu, kamu bukan hanya tahu satu kata, tapi juga bisa menggunakannya dengan tepat sesuai kebutuhan dalam kalimat yang berbeda.
Baca juga: Arena of English 2024: Dobrak Potensi Siswa Dengan Sentuhan Nusantara
Cara ini membuat gudang kosakatamu jadi lebih hidup, karena kamu tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami fungsi kata dalam struktur bahasa. Hasilnya, percakapan jadi terasa lebih natural.
3. Active Recall
Fokus dengan teori nggak akan bawa kamu ke mana-mana. Latihan langsung jauh lebih efektif. Kamu bisa melatih active recall dengan mengulang kosakata tanpa melihat catatan.
Sederhananya belajar bukan dengan menghafal tapi dengan "latihan soal" seperti berdiskusi singkat dengan teman, atau menuliskan kalimat acak menggunakan kata baru.
Baca juga: Empat Sesi Seru! KKN UNDIP Ajak Ibu-Ibu Tedunan Kenalkan Bahasa Inggris ke Buah Hati
Semakin sering kamu membuat kosakata muncul dari ingatan, semakin kuat pula memori bahasa itu nempel di kepala.
Kuncinya: percaya diri. Salah grammar bukan masalah, yang penting kamu berani menggunakan bahasa. Grammar bisa kamu pelajari perlahan sambil jalan, terutama untuk memperkuat keterampilan menulis yang akan sangat berguna, baik di dunia akademik maupun kerja nanti!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@elfeducation