Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 13:00 WIB

REEBORN: Tim ChePhy ITB Ubah Limbah Phosphogypsum Jadi Material Strategis, Raih Emas di CIDC 2025

Author

Tim ITB Reeborn (itb.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mengibarkan prestasi di level internasional. Tim ChePhy ITB keluar sebagai gold winner pada ajang Chemical Industrial Downstream Challenge (CIDC) 2025, lewat inovasi Reeborn.

Kompetisi business case yang digelar PT Petrokimia Gresik dalam rangka HUT ke-53 dan berfokus pada hilirisasi produk kimia non-pupuk untuk mendorong transformasi bisnis yang beragam dan berkelanjutan.

Baca juga: ITB Luncurkan GBFIT Berlari untuk Dana Lestari, Guru Besar Bakal Lari Jakarta-Bandung 180 km

Final berlangsung pada Minggu, 7 September 2025, setelah rangkaian seleksi panjang dilakukan sepenuhnya daring.

Tim ChePhy

Tiga personel ChePhy, Deftendy Virgiatman (Teknik Fisika 2021), Cifolia Zulfica Setorsi (Teknik Kimia 2022), dan Margareta Vidya Riswanti (Teknik Kimia 2021) dan dibimbing Wibawa Hendra Saputera, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D.

Mereka mengungguli 168 tim dari enam negara (Australia, Indonesia, Iran, Irlandia, Korea Selatan, Taiwan), menuntaskan tahapan pendaftaran, seleksi executive summary, pengumpulan proposal, hingga final pitch deck tujuh menit yang dilanjutkan lima menit sesi tanya-jawab bersama juri.

Durasi kompetisi membentang lebih dari enam bulan praktis setara satu semester yang menuntut konsistensi riset dan ketahanan eksekusi ide.

Reeborn

Gagasan andalan ChePhy diberi nama REEBORN. Intinya adalah menjadikan limbah phosphogypsum (PG), hasil samping industri pupuk sebagai sumber rare earth elements (REEs) melalui kombinasi proses leaching dan pemisahan ion (CIX/CIC).

REEs adalah unsur strategis untuk baterai kendaraan listrik, turbin angin, elektronik presisi, sampai industri pertahanan.Dengan REEBORN, PG yang selama ini dipandang sebagai beban justru dihidupkan kembali menjadi komoditas bernilai tinggi.

Selain REE, proses ini menghasilkan produk samping gipsum murni berstandar SNI yang siap diserap industri konstruksi nasional.

Secara kebijakan industri, pendekatan ini sejalan dengan agenda kemandirian bahan baku untuk transisi energi (EV dan EBT) sekaligus mengurangi risiko lingkungan dari penumpukan PG.

Argumen-argumen inilah yang membuat REEBORN menonjol dibanding ratusan proposal pesaing dan akhirnya menempatkan ChePhy di podium tertinggi.

Lintas Disiplin Menjadi Kunci Utama

Kemenangan ini menegaskan pentingnya lintas disiplin. Deftendy (Teknik Fisika) berkolaborasi erat dengan dua rekan dari Teknik Kimia, mempertemukan perancangan proses, perhitungan material, dan tata kelola limbah dalam satu pitch yang komprehensif.

Format final yang ringkas tujuh menit presentasi, lima menit Q&A memaksa tim menyaring temuan teknis menjadi narasi bisnis yang tajam.

Baca juga: Juara 1 PTGC 2025, Inovasi Energi dan Air Bersih Karya Mahasiswa ITB untuk Petani di Daerah 3T

Mulai dari risiko, keekonomian, kesiapan teknologi, hingga peta adopsi di fasilitas eksisting. Ritme kompetisi yang berlangsung satu semester juga melatih manajemen waktu di tengah padatnya kewajiban akademik.

Nah, kalau ChePhy ITB udah berhasil ubah limbah phosphogypsum jadi material strategis, kamu punya ide apa nih yang bisa dikembangkan?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itb.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU