INDOZONE.ID - Kesibukan mahasiswa umumnya didasari pada aktivitas kuliah dan kampus, baik organisasi maupun urusan akademik.
Tapi untuk jadi mahasiswa aktif, kamu juga bisa terjun ke aktivitas sosial atau komunitas luar yang berdampak besar langsung ke masyarakat.
Seperti yang dilakukan mahasiswa diploma Nanyang Polytechnic (NYP) ini. Awalnya hanya tertarik mencoba, Lee Zhe Kai Darryl, mahasiswa keperawatan dari Singapura, justru menemukan penentu jalan hidupnya di usia 20 tahun.
Baca juga: Mau Jadi Bagian Tim Balap? UI Racing Team, UKM Unik yang Satukan Rancang Mobil & Balap Internasional
Sejak terjun ke dunia medis dan mendaftar menjadi bagian dari Singapore Civil Defence Force (SCDF), ia sudah memegang rekam jejak membantu warga sipil dalam lebih dari 60 kasus.
Sebagian besar ia lakukan melalui aplikasi myResponder yang menghubungkan relawan dengan warga yang butuh pertolongan darurat.
Keputusannya banyak dipengaruhi pengalaman pribadi: menyaksikan tenaga medis profesional merawat neneknya. Dari situlah motivasi menjadi paramedis muncul.
Baca juga: 5 Kegiatan Volunteer untuk Mahasiswa, Wajib Coba Salah Satunya buat Tambah Pengalaman
Usai menempuh diploma keperawatan, ia juga berencana melanjutkan studi di diploma Health Sciences (Paramedicine) sebelum nantinya bergabung dengan SCDF.
Pengalamannya membuat Darryl aktif menyebarkan kesadaran tentang pertolongan pertama dan keterampilan dasar pemadam kebakaran. Selain kuliah di NYP, ia juga terlibat di kegiatan lintas kampus.
Saat menjabat presiden Civil Defence Lionhearter Club di ITE College West, semacam UKM kalau di kampus Indonesia, ia rutin membagikan wawasan sekaligus menginspirasi mahasiswa baru.
Baca juga: Pengalaman Seru 2 Mahasiswa Udinus Sehari Jadi Rektor
“Melalui keterlibatan ini, saya menyadari bahwa panggilan sejati saya terletak pada membantu orang,” imbuhnya.
Ke depannya, Darryl berencana mengambil beasiswa Home Team Sponsorship, yaitu program dukungan dari pemerintah Singapura bagi mahasiswa yang ingin berkarier di layanan publik seperti SCDF. Dengan cara ini, ia bisa memulai karier sekaligus memberi manfaat lebih luas untuk masyarakat.
"Saya yakin keterampilan ini penting dan tak ternilai harganya, serta berguna untuk dimiliki guna memberikan bantuan selama keadaan darurat.” pungkasnya.
Baca juga: Gak Punya Pengalaman Kerja? Ini Cara Bikin Portofolio Profesional buat Mahasiswa
Kisah Darryl menunjukkan bahwa pengalaman di luar kelas, termasuk lewat UKM atau komunitas, bisa membuka jalan menuju karier yang bermakna.
Dari mencoba hal baru, ia menemukan passion, mengasah keterampilan, hingga akhirnya merancang masa depan. Jadi jangan ragu untuk terlibat aktif di berbagai kegiatan, karena dari sanalah kesempatan dan arah hidup bisa muncul!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mha.gov.sg