Rabu, 08 OKTOBER 2025 • 14:10 WIB

UGM dan BRIN Perkuat Riset Biodiversitas Tropis di Hadapan Megawati, Langkah Nyata Menuju Indonesia Berdaulat Ilmu

Author

Momen pertemuan UGM dan BRIN. (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) perkuat riset biodiversitas Tropisdalam workshop “Pengelolaan Biodiversitas dan Penguatan HKI untuk Masa Depan Berkelanjutan” di Balai Senat UGM.

Acara itu makin istimewa karena kehadiran Megawati Soekarnoputri, sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, dan jadi momentum penguatan riset plus hilirisasi biodiversitas tropis Indonesia.

Baca juga: Tim Arjuna EV UGM Boyong 7 Penghargaan dari FSAE Jepang 2025

Indonesia sebagai Negara Megabiodiversitas: Tantangan dan Harapan

Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas, dengan ragam flora dan fauna tropis yang luar biasa. Tapi keanekaragaman itu gak hanya soal konservasi ia juga menyimpan potensi besar untuk pangan, farmasi, energi, dan mitigasi perubahan iklim.

UGM dan BRIN sepakat bahwa riset biodiversitas ke depan harus mengarah ke pemanfaatan berkelanjutan yang berdampak nyata bagi masyarakat. 

Dalam sambutannya, Megawati menekankan kalau semangat riset gak boleh lepas dari nasionalisme dan kedaulatan bangsa serta, generasi muda didorong untuk gak sekadar jadi peneliti, tetapi juga pengawal kekayaan alam Indonesia agar tidak diklaim pihak luar.

Ekosistem Laboratorium dan Fasilitas Unggulan UGM

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia menegaskan kalau kolaborasi dengan BRIN, UNGM sudah punya fondasi riset biodiviversitas yang kuat melalui fasilitas unggulan.

Beberapa fasilitas penting yang disebut meliputi Manajemen Laboratorium Terpadu (MLT), Integrated Genome Factory (IGF), Porok Marine Research Station, Gedung Indonesia Biodiversitas Center (MSIBC), serta Bank Genetik PIAT.

UGM juga mencatat prestasi perlindungan hak kekayaan intelektual. Pada 2024, kampus ini mencatat 28 hak cipta dan 30 paten terkait biodiversitas, sementara hingga September 2025 sudah ada 11 hak cipta dan 19 paten baru.

Angka ini menunjukan tentang produksi riset dan upaya kampus melindungi hasil-hasil ilmiah supaya gak dieksploitasi pihak luar.

HKI dan Tata Kelola sebagai Pilar Kedaulatan Riset

Salah satu tema utama workshop adalah penguatan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) sebagai elemen penting dalam menjaga hasil riset.

Bambang Kesowo, anggota Dewan Pengarah BRIN, menegaskan bahwa riset tanpa perlindungan hukum bisa rentan dieksploitasi. Karena itu, regulasi dan mekanisme HKI yang jelas menjadi fondasi supaya inovasi lokal gak hilang ke pihak lain.

Aksi Simbolis: Tanam Pohon Bodhi dan Expo Inovasi

Kegiatan workshop juga menyertakan aksi simbolis dan edukatif. Megawati bersama Rektor UGM melakukan penanaman pohon Bodhi di halaman Balai Senat, sebagai simbol kebijaksanaan dan kesinambungan antara manusia dan alam. 

Kegiatan ini juga diigelar di mini expo yang menampilkan hasil riset-hilirisasi biodiversitas tropis UGM mulai dari produk berbahan hayati, teknologi pemanfaatan genetika, hingga karya inovasi ilmiah yang telah dilindungi HKI.

Baca juga: Mahasiswa Double Degree UGM Raih Penghargaan Poster Prize di Konferensi Bergengsi Eropa

Pameran ini memperlihatkan bahwa penelitian bukan proyek tertutup, tetapi bagian dari ekosistem inovasi terbuka kepada publik. 

Nah, manurut kamu Riset Biodiversitas Tropis penting gak sih?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU