Kamis, 09 OKTOBER 2025 • 14:50 WIB

Kisah Inspiratif Yunida, dari Berjualan Rujak hingga Berhasil Borong Nilai A di UNAIR

Author

Foto Yunida wisudawati FEB Unair (unair.ac.id)

INDOZONE.ID - Kisah Yunida, wisudawati FEB Universitas Airlangga (UNAIR), yang berhasil menorehkan prestasi akademik cemerlang.

Ia menyelesaikan studinya dengan predikat cumlaude, sebuah pengakuan bahwa perjuangan, kerja keras, serta kecerdasan mental bisa mengatasi hambatan ekonomi.

Baca juga: Kisah Lulu Il Asshafa yang Masuk UI Lewat Jalur Ngaji: Antara Kampus, Kerja dan Pesantren

Yunida bukan berasal dari latar kampus atau keluarga akademis. Ia lahir dan tumbuh di Klaten, Jawa Tengah, sebagai anak bungsu dari keluarga penjual rujak buah.

Sejak kecil, ia sudah ikut membantu orangtuanya di warung untuk menyusun buah, menakar kuah, dan melayani pembeli yang singgah di jalan. 

Tapi Yunida punya mimpi yang lebih besar daripada sekadar membantu warung. Ia memilih jalur pendidikan tinggi, berusaha meraih beasiswa, dan memperjuangkan kesempatan belajar. 

Semua itu ia jalani sambil menyelipkan nilai Kalau Allah berkehendak, maka jadilah. Motivasi yang kemudian melekat di julukan “Kun Fayakun” yang ia pilih.

Perjalanan Yunida

Banyak orang mengira cerita sukses itu mulus. Tapi untuk Yunida, jalan itu penuh liku.

Di tengah tugas kampus dan tekanan akademik, ia tetap harus menghadapi realita keluarga sederhana, biaya hidup, dan godaan menyerah.

Ia memanfaatkan beasiswa dan peluang akademik lainnya agar keberlanjutan studinya gak terganggu. Kehidupan sehari-hari yang sederhana menjadi latar kuat bagi nilai kerja keras dan tekad.

Selain beasiswa, peran dosen pembimbing dan lingkungan kampus juga menjadi penopang penting. Kampus yang memberikan ruang bagi mahasiswa kurang mampu untuk berprestasi menjadikan Yunida bisa menjaga keseimbangan antara tanggung jawab dan mimpi.

Arti “Kun Fayakun” dalam Konteks Kampus

Julukan Kun Fayakun yang dalam bahasa Arab berarti “Jadilah, maka jadilah”. Bagi Yunida, ia mewakili semangat bahwa apa pun yang diinginkan dengan usaha, doa, dan restu Tuhan, bisa terwujud.

Baca juga: Kisah Amirah Hanif, dari Disumpahi Jadi "Kuntilanak" hingga Sukses S2 di Jepang

Kisah Yunida menjadi reminder kalau latar belakang ekonomi atau asal bukanlah penghalang mutlak selama ada tekad, strategi, dan dukungan.

Nah kalau Yunida bisa mewujudkan mimpinya dengan tekad yang kuat, maka kamu juga pasti bisa. Jadi apa mimpimu di kampus, dan bagaimana kamu akan mewujudkannya?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unair.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU