Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Rabu, 08 OKTOBER 2025 • 13:38 WIB

Kisah Lulu Il Asshafa yang Masuk UI Lewat Jalur Ngaji: Antara Kampus, Kerja dan Pesantren

Kisah Lulu Il Asshafa yang Masuk UI Lewat Jalur Ngaji: Antara Kampus, Kerja dan PesantrenFoto kelulusan Lulu Il Asshafa (Instagram/@_luluil)

INDOZONE.ID - Kisah Lulu Il Asshafa, mahasiswi Public Relations Universitas Indonesia (UI). Dari santri pesantren hingga jadi wisudawati UI, perjalanan Lulu jadi bukti kalau disiplin, doa dan ikhlas bisa membuka jalan di luar dugaan.

Dari Pesantren ke Kampus Impian

Awalnya, Lulu cuma punya satu mimpi sederhana yaitu bisa kuliah sambil tetap nyantri. Ia ingin punya lingkungan yang sehat secara spiritual tapi tetap berprestasi secara akademik.

Baca juga: Unik! Kisah Alissa Raih Gelar S1 di UNAIR dan S2 di University of Durham via Fast Track

Siapa sangka, doa itu dijawab dengan dua hadiah besar sekaligus diterima di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam dan lolos kuliah di Universitas Indonesia.

Bagi Lulu, masuk UI merupakan pembuktian kalau niat baik selalu punya jalan. Ia menjalani kehidupan kampus dengan ritme yang berbeda dari mahasiswa kebanyakan.

Pagi kuliah, sore kerja paruh waktu, malamnya mengaji di pesantren. Semua itu dijalani dengan semangat dan rasa syukur yang gak pernah pudar.

Adaptasi dan Pelajaran Tanggung Jawab

Saat banyak mahasiswa baru masih sibuk beradaptasi dengan sistem online, Lulu sudah terbiasa menjalani rutinitas padat di pesantren yang disiplin. Pandemi COVID-19 jadi masa sulit buat banyak orang, tapi bagi Lulu, justru itulah masa latihan tangguh.

Sebagai anak rantau, ia harus menyesuaikan diri dengan ritme baru. Mulai dari kuliah daring di pagi hari, kegiatan pesantren sore sampai malam. Awalnya berat, tapi lama-lama justru jadi habit yang melatih tanggung jawab.

Dari sanalah Lulu belajar tentang keseimbangan kapan harus fokus belajar, kapan harus istirahat, dan kapan waktunya kembali ke Al-Qur’an.

Antara Fomo dan Fokus

Seperti mahasiswa lain, Lulu juga pernah merasa fomo. Ia lihat teman-temannya nongkrong di kafe sampai malam, posting keseruan di story, sementara dirinya harus pulang sebelum jam malam pesantren.

Tapi setiap kali rasa iri datang, Lulu selalu ingat pesan ustaznya agar jangan mengukur kebebasanmu dari orang lain.

Itu melekat di kepala Lulu. Dari situ ia belajar kalau kebebasan sejati bukan soal keluar malam, tapi tentang bisa mengatur hidup dengan tanggung jawab dan arah yang jelas.

Bekal Berharga dari Dunia Pesantren

Selama kuliah, Lulu belajar banyak hal. Mulai dari manajemen waktu, disiplin, dan keseimbangan antara ikhtiar dan doa. Ia bahkan punya tabungan kegagalan setiap kali gagal, ditulis, dicatat, lalu disyukuri.

Dari situ ia belajar bahwa keberhasilan gak akan datang tiba-tiba, tapi lahir dari proses jatuh-bangun yang panjang. Kini Lulu resmi jadi lulusan Universitas Indonesia dan alumnus Pesantren Mahasiswa Al-Hikam. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@santrigo.official

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Lulu Il Asshafa yang Masuk UI Lewat Jalur Ngaji: Antara Kampus, Kerja dan Pesantren

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!