Alissa Angelia, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Airlangga (UNAIR). (unair.ac.id)
INDOZONE.ID - Kisah Alissa Angelia, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Airlangga (UNAIR) yang menyelesaikan dua jenjang pendidikan S1 di UNAIR dan S2 di University of Durham, Inggris, hanya dalam waktu empat tahun lewat program fast track.
Baca juga: Kisah Amirah Hanif, dari Disumpahi Jadi "Kuntilanak" hingga Sukses S2 di Jepang
Perjalanan akademik Alissa dimulai di Surabaya, tempatnya menempuh studi hukum di UNAIR. Di tengah proses kuliahnya, ia menemukan peluang emas melalui program fast track, hasil kerja sama antara Unair dan University of Durham.
Program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa berprestasi, untuk menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 secara terintegrasi, tanpa harus menunggu jeda panjang di antara keduanya.
Melalui sistem ini, Alissa dapat melanjutkan kuliah magister di Inggris sekaligus menyelesaikan studinya di Indonesia.
Dengan durasi total empat tahun, ia gak hanya menghemat waktu, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar di dua institusi dengan sistem akademik berbeda.
Mengikuti dua sistem pendidikan lintas negara tentu bukan hal mudah. Alissa harus beradaptasi dengan metode pembelajaran yang berbeda, gaya penilaian yang baru, dan ritme belajar yang jauh lebih mandiri.
Mahasiswa terbiasa menghadapi ujian terstruktur dan berbasis soal di UNAIR, sedangkan pendekatan di Durham menuntut kemampuan berpikir analitis serta menulis argumentatif.
Mahasiswa didorong untuk menelusuri berbagai sudut pandang hukum dan menuangkannya dalam bentuk esai akademik. Perbedaan ini membuat Alissa semakin terlatih, untuk berpikir kritis dan mengembangkan ide secara sistematis.
Selain aspek akademik, pengalaman di Durham juga memberikan pandangan baru tentang keberagaman dan kolaborasi lintas budaya. Ia belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan multinasional, memperluas relasi internasional, dan memahami isu hukum dari perspektif global.
Program fast track yang dijalani, menunjukkan sistem pendidikan di dalam negeri bisa terhubung langsung dengan universitas ternama dunia, asalkan mahasiswa berani mengambil peluang dan mampu menjaga performa akademik yang konsisten.
Melalui kolaborasi akademik, mahasiswa gak hanya memperoleh gelar, tetapi juga pengalaman lintas budaya dan pemahaman mendalam tentang dunia profesional yang mereka hadapi di masa depan.
Baca juga: Kisah Haru Mahasiswa UNMA, Bayar Wisuda Pakai Uang Receh Hasil Tabungan
Kamu mungkin masih menyusun rencana masa depan, tapi kisah Alissa bisa jadi pengingat, bahwa keberanian mencoba hal baru bisa membuka jalan luar biasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id