INDOZONE.ID - Bukan hanya peneliti atau tim riset kampus besar, tapi mahasiswa Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas (UNAND) juga berhasil menemukan potensi solusi untuk penyakit yang dikenal sulit diobati: Alzheimer.
Penelitian yang digarap oleh Muhammad Samudra Ilham bersama anggota tim Febi Febianti, Zhafira Nabila Irsyah, Sofiana Kemal, dan Muhammad Naufal ini menjadikan susu kerbau fermentasi khas Minangkabau atau dadiahsebagai objek utama.
Baca juga: AirBiliNest: Inovasi UNAIR dalam Ajang KSTI 2025, Bisa Atasi Penyakit Kuning pada Bayi
Dalam riset berjudul “Potensi Neuroprotektif Dadiah Sebagai Terapi Alzheimer melalui Keseimbangan Mikrobiota dengan Analisis Histopatologi dan Bioinformatika”, tim riset FMIPA UNAND tidak hanya berupaya mencari solusi untuk penyakit Alzheimer, tetapi juga menggabungkan langkah pelestarian budaya dengan peningkatan nilai guna produk tradisional.
“Riset ini merupakan perpaduan antara pelestarian budaya Minangkabau dengan upaya meningkatkan nilai tambah produk tradisional Dadiah, sekaligus menjawab mekanisme molekuler di balik interaksi probiotik terhadap penyakit Alzheimer,” ungkap Muhammad Samudra Ilham.
Penyakit Alzheimer sendiri terus meningkat secara global. Diperkirakan, pengidap Alzheimer di Indonesia dapat mencapai 4,2 juta jiwa pada tahun-tahun mendatang.
Sementara itu, pengobatan yang efektif hingga kini masih terbatas, membuat riset-riset inovatif seperti ini menjadi semakin penting.
Didampingi oleh dosen pembimbing yang memiliki rekam jejak penelitian ekstensif di bidang Biokimia dan Human Biologi, Rita Maliza, S.Si., M.Si., Ph.D, penelitian ini mendapat dukungan penuh dari kampus dan pendanaan riset yang masih terus berjalan hingga kini.
“Kami berharap dapat memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan Dadiah sebagai terapi alternatif yang aman dan terjangkau,” tutup ketua tim, Muhammad Samudra Ilham.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unand.ac.id