Senin, 13 OKTOBER 2025 • 20:15 WIB

Tarian Mahasiswi ISI Yogyakarta Ini Bikin Penonton Merinding, Angkat Sosok Genderuwo di Bantul!

Author

Duklir, gambarkan sosok Genderuwo karya Fania Az Zahra mahasiswa ISI Yogyakarta (TikTok/@paniaza_)

INDOZONE.ID - Fania Az Zahra Ramadhana, mahasiswi jurusan Tari Intsitut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, berhasil mencuri perhatian publik lewat penampilannya yang memadukan kekuatan tradisi dan sentuhan modern.

 Dalam pemenuhan tugas mata kuliah Koreografi 1, ia menampilkan tarian bertema “Genderuwo” yang terinspirasi dari sosok dalam reog wayang Bantul, sebuah karakter yang kini mulai jarang ditampilkan.

Baca juga: YICAF 2025 di ISI Yogya Pamerkan Karya 13 Negara, Banyak Karya Seni Dipamerkan

Menariknya, Fania membuat sendiri kostumnya dari kain goni, dibantu oleh keluarganya. Topengnya pun disesuaikan dengan bentuk wajahnya agar terlihat lebih personal dan ekspresif.

Musik pengiringnya tetap mempertahankan nuansa reog wayang melalui instrumen seperti bendhe, kecrek, bedug, dan kendhang.

Dalam unggahan di Instagram, Fania menulis bahwa karya ini berangkat dari kegelisahannya terhadap semakin langkanya pertunjukan reog wayang Bantul. Ia ingin memperkenalkan kembali karakter “Genderuwo Liri” dengan caranya sendiri.

Baca juga: Banyuwangi Sambut Perkuliahan Perdana ISI Surakarta, Seni dan Budaya Jadi Kurikulum Utama

Berasal dari kegelisahan, siapa sangka karyanya menarik perhatian dan tuai banyak  pujian. Tak sedikit warganet yang memberikan apresiasi dan rasa kagum.

“Anak muda tuh kayak gini. Banyak berkarya, bukan hanya banyak gaya... salut,” komentar salah satu warganet.

Mbaaa kamu keren banget sumpah, aku dulu suka tari tradisional, sekarang udah nggak bisa nari lagi,” tulis pengguna lain.

Video full-nya pliss,” pinta warganet lain yang menyayangkan durasi cuplikan yang singkat.

Baca juga: Bangun Kembali Rasa Cinta Budaya Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unhas Gelar Pelatihan Aksara Lontarak Bugis di Desa Tassese

Di tengah kesenian dan kebudayaan yang kian memudar, di sanalah generasi muda berperan penting untuk menjaga kelestarian budaya.

Karya ini jadi bukti bahwa pelestarian budaya bisa dilakukan dengan cara yang kreatif. Lewat “Duklir”, Fania menunjukkan bahwa warisan tradisi tidak harus kaku.

Karya Fania dapat menjadi inspirasi generasi muda bahwa budaya bisa hidup kembali lewat semangat baru para generasi muda. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@fania_azahr

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU