INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali meraih prestasi di kancah internasional. Mereka berhasil membuat inovasi beras analog cepat saji berasal dari tulang ikan.
Mereka tergabung dalam satu tim bernama Swasembada, yang beranggotakan Mohammad Pradana Setyawan (D4 Teknologi Radiologi Pencitraan), Muhammad Kevin Mulki Hakim (S1 Teknik Industri), dan Irvan Betrando Banjarnahor (S1 Manajemen).
Baca juga: Di Korea Ada Jurusan Kuliah Khusus Pilot Drone, Bisa Belajar Sambil Nyalurin Hobi!
Tim Swasembada berhasil lolos pendanaan hingga tahap presentasi pada Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) 2025.
Inovasi Tulang Ikan Menjadi Beras
Tim yang diketuai oleh Irvan Betrando Banjarnahor menyebutkan bahwa inovasi ini bernama GARNUSA. Inovasi beras analog cepat saji yang berasal dari fortifikasi nano kalsium tulang ikan, dengan teknologi self-heating dan menggunakan kemasan biodegradable.
Baca juga: Mahasiswa INSTIKI Buktikan Fisik Bukan Batasan, Juara 3 EduVision IPB
Irvan mengaku sempat ragu untuk membuat inovasi tersebut. Namun, dengan usaha dan kerja kerasnya membuktikan hasil yang memuaskan.
“Kami pernah bekerja dua hari dua malam tanpa tidur untuk menyelesaikan paper. Meski tidak berasal dari jurusan bisnis, kami berusaha menggabungkan berbagai disiplin ilmu yang dipelajari, sehingga menghasilkan inovasi yang realistis dan dapat diimplementasikan bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Ini Alasan Kenapa Anak Teknik Sipil Jago Bikin Bangunan 'Tahan Banting' dari Gempa
Awal Mula Inovasi Dibuat
Inovasi ini berawal dari masalah yang dirasakan masyarakat urban, yang menuntut untuk mengonsumsi makanan cepat saji karena sibuk dengan dunia kerja. Namun, makanan cepat saji yang beredar di pasaran mengandung indeks glikemik tinggi.
Dari kondisi tersebut, tim Swasembada berinisiatif membuat solusi yaitu hilirisasi umbi garut melalui fortifikasi nano kalsium tulang ikan dengan teknologi self-heating.
Anggota lain, Kevin, menjelaskan bahwa produk ini bakal matang tanpa melalui proses pemasakan. Sehingga bisa jadi alternatif pangan yang lebih sehat, praktis, dan ramah lingkungan.
Baca juga: Tarian Mahasiswi ISI Yogyakarta Ini Bikin Penonton Merinding, Angkat Sosok Genderuwo di Bantul!
“Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa UNAIR mampu menghadirkan solusi nyata dan berdampak bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.
Sebuah Inovasi bagi Masyarakat
Inovasi GARNUSA diharapkan bisa berdampak pada sosial dan ekonomi secara lebih luas. Inovasi ini diharapkan bisa memberikan ide dan solusi untuk makanan cepat saji yang sehat dan aman, termasuk cocok untuk semua kelompok usia.
Bukan cuma itu, GARNUSA bisa memberikan nilai tambah karena memanfaatkan umbi garut serta tulang ikan yang jarang dimanfaatkan oleh masyarakat.
Baca juga: Ceritanya Relate! Anak IKJ Mewek saat Nonton Drama Musikal Pengin Hijrah
“Setelah semua ide tersebut terkumpul, kami menambahkan inovasi kemasan biodegradable untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan,” tambahnya.
Terakhir, Kevin menegaskan mengenai komitmen dalam pembangunan berkelanjutan.
“Kami berharap GARNUSA bisa menjadi penggerak hilirisasi umbi garut di Indonesia serta meningkatkan nilai tambah limbah tulang ikan,” pungkasnya.tan, khususnya pada sektor perikanan dan pertanian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id