Kamis, 16 OKTOBER 2025 • 15:21 WIB

Lactowaf, Pakan Ternak Bentuk Wafer yang Tingkatkan Produksi Susu Sapi Perah Inisiasi Mahasiswa IPB

Author

Tim PMKM IPB hadirkan inovasi LActowaf (ipb.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Program Studi Nutrisi dan Teknologi Pakan, Institut Pertanian Bogor (IPB), menunjukkan rasa kepedulian terhadap bangsa lewat inovasi Lactowaf wafer pakan tinggi asam palmitat yang diproduksi untuk meningkatkan kualitas susu sapi perah.

Inovasi ini diinisiasi oleh Muhammad Ligan Haikal, bersama anggota tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K): Muhammad Nurfadhilah, Muhammad Recky Renaldy, Salsa Birul Wahlidaini Merdekawati Apriliana, dan Lise Meitner Aribah Nasution, di bawah bimbingan Prof. Yuli Retnani.

Baca juga: Dari Limbah Mata Tuna Jadi Suplemen Super! Inovasi IPB yang Bisa Bantu Lawan Stunting

Ligan menjelaskan, ide ini muncul karena melihat kondisi Indonesia yang masih bergantung pada impor susu, padahal permintaan dalam negeri terus meningkat. Ia menyoroti salah satu penyebabnya adalah kualitas susu lokal yang belum optimal.

Kami melihat peluang untuk menghadirkan suplementasi pakan berbentuk wafer dengan kandungan nutrien yang baik serta asam lemak terproteksi,” ujarnya.

Baca juga: Inovatif! Tim PKM-K Fermaze UGM Berhasil Mengubah Limbah Ayam jadi Pakan Bernutrisi

Lactowaf, pakan berbentuk wafer ini menawarkan sejumlah keunggulan praktis bagi peternak, di antaranya

  1. Meningkatkan kadar asam lemak tidak jenuh dalam susu, seperti oleat dan linoleat.
  2. Tahan lama, tidak mudah tercecer, mudah dicerna oleh sapi, serta ramah bagi sapi yang mengalami gangguan mulut seperti penyakit mulut dan kuku (PMK).
  3. Mengurangi pemborosan pakan yang biasanya berbentuk mash atau konsentrat.

Baca juga: Mahasiswa KKN-T IDBU 23 UNDIP Kembangkan Mesin Pencacah Eceng Gondok: Dari Gulma Jadi Pakan Murah untuk Peternak Desa Tedunan

Tim kami sudah menyiapkan strategi berlapis. Dalam jangka pendek, fokus kami adalah penjualan di Bogor dan sekitarnya, membangun branding, serta mengurus izin edar. Untuk jangka menengah, kami menargetkan distribusi ke Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan skala produksi yang lebih besar. Jangka panjangnya, kami ingin ekspansi ke seluruh Indonesia dengan dukungan investor atau perusahaan besar,” beber Ligan, dikutip dari laman resmi IPB University.

Baca juga: Mahasiswa INSTIKI Buktikan Fisik Bukan Batasan, Juara 3 EduVision IPB

Ke depan, Ligan dan tim berharap Lactowaf dapat menjadi solusi atas permasalahan produksi dan kualitas susu di Indonesia, serta terus berkembang secara berkelanjutan.

Mereka juga berharap proyek ini tidak hanya berhenti sebagai kegiatan PKM-K, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha rintisan pakan inovatif dan ramah lingkungan.

Dengan dukungan penelitian, jaringan pemasaran, serta kerja sama dengan koperasi susu maupun industri, Lactowaf bisa membantu mengurangi ketergantungan impor susu dan meningkatkan kesejahteraan peternak lokal,” pungkas Ligan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ipb.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU