Inovasi suplemen Vita Docosa. (ipb.ac.id)
INDOZONE.ID - Inovasi Vita Docosa suplemen mata tuna yang datang dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University. Mereka membuktikan kalau sesuatu yang dianggap limbah justru punya nilai luar biasa selama kita punya kreativitas untuk melihat lebih jauh.
Sekitar 40 hingga 60 persen bagian ikan tuna hanya dimanfaatkan oleh industri. Sisanya, termasuk mata tuna, dianggap limbah dan sering dibuang begitu saja. Padahal, bagian mata tuna ini menyimpan kandungan DHA sebanya 32 hingga 38 persen, jauh lebih tinggi dari ikan impor seperti salmon yang cuma 12 hingga 17 persen.
Baca juga: Inovasi Mahasiswa Magister UNEJ yang Deteksi Melanoma untuk Menjaga Kesehatan Kulit Petani
Kondisi ini jadi peluang besar. Daripada mubazir, tim riset di IPB pun mencoba mengolah mata tuna menjadi produk bernilai tinggi yakni suplemen gizi yang bisa diakses secara lokal.
Vita Docosa, suplemen yang diekstraksi dari mata tuna ini dirancang khusus untuk mendukung pemenuhan gizi DHA, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. Zat DHA ini mendukung perkembangan otak dan dapat mempengaruhi kemampuan kognitif anak.
Karena stunting bukan hanya soal fisik pendek tapi ada risiko kemampuan berpikir yang terhambat bila asupan nutrisi penting seperti DHA kurang.
Keunggulan Vita Docosa tak hanya dari bahan bakunya yang lokal, tapi juga proses produksi yang higienis, harga yang kompetitif, serta komposisi yang kaya akan Omega 3 (EPA dan DHA), minyak ikan, virgin coconut oil, dan vitamin E. Cukup dua kapsul per hari agar kebutuhan DHA harian tercapai sesuai AKG.
Salah satu latar belakang munculnya Vita Docosa adalah tingginya impor suplemen berbahan dasar Omega 3 di Indonesia. Banyak produk sejenis yang bahannya juga impor, sehingga harga menjadi tinggi.
Melalui inovasi ini, IPB berharap Indonesia bisa lebih mandiri dalam memproduksi suplemen gizi penting dari sumber domestik. Lautan kita luas, ikan tuna banyak jadi kenapa gak kita manfaatkan secara maksimal?
Dengan hadirnya Vita Docosa, IPB University membawa sebuah solusi nyata agar memanfaatkan limbah menjadi manfaat. Inovasi ini punya potensi besar untuk turut menekan angka stunting di Indonesia.
Tentu tantangannya belum selesai. Skala produksi massal, distribusi ke daerah terpencil, hingga regulasi mutu akan jadi kendala. Tapi, langkah awal ini sudah membuka pintu bahwa inovasi lokal bisa menyamai produk impor bahkan lebih unggul dalam nilai gizi.
Nah produk lokal seperti Vita Docosa ini bisa jadi inspiratif dimana, kalau indonesia memanfaatkan sumber daya alamnya dengan penuh dan efisien maka indonesia bisa bersaing dipasar global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ipb.ac.id