Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 12:37 WIB

Menembus Tingkat Nasional NUDC 2025, Mahasiswa UBSI Buktikan Prestasi Kampus Digital Kreatif

Author

Mahasiswa UBSI Melaju ke Tingkat Nasional NUDC 2025 (news.bsi.ac.id)

INDOZONE.ID – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Program Studi Sastra Inggris, Akmal Surya Saputra dan Shafa Callista Raihana Arif, meraih 9 besar perguruan tinggi terbaik tingkat tingkat LLDIKTI Wilayah III. 

Mereka resmi menjadi delegasi untuk berlaga di National University Debating Championship (NUDC) 2025 tingkat nasional

Baca juga: Penanganan Sanksi Mahasiswa Terkait Kasus Perundungan di Universitas Udayana

Ajang bergengsi ini diselenggarakan di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, pada 20–25 Oktober 2025 ini, akan diikuti oleh 96 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. 

Kompetisi debat berbahasa Inggris tersebut jadi wadah bergengsi yang mengasah kemampuan berpikir kritis, menyusun argumen logis, dan berkomunikasi akademik secara efektif di tingkat nasional.

Perjalanan Akmal dan Shafa tidak mudah. Mereka harus bersaing ketat di tingkat wilayah LLDIKTI III, menghadapi berbagai universitas ternama. 

Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Kebersamaan dalam Bahasa Inggris, Biar Feed Makin Kece

Namun, berkat ketekunan, kerja sama yang solid, serta dedikasi tinggi, tim UBSI menembus persaingan dan membawa nama baik kampus ke kancah nasional.

Ketua Program Studi Sastra Inggris UBSI, Agus Priadi, merasa bangga atas prestasi yang diraih Akmal dan Shafa. 

Keberhasilan mereka adalah bukti bahwa mahasiswa UBSI memiliki kemampuan akademik dan komunikasi yang mampu bersaing tingkat nasional. 

Tak hanya mengharumkan prodi, prestasi mereka juga memperkuat posisi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang mendukung penuh mahasiswa berkembang secara akademik maupun soft skill.  

Baca juga: Optimalisasi Penggunaan ChatGPT dalam Riset Akademik Mahasiswa

Agus berharap, prestasi seperti ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk berani berkompetisi dan berprestasi di berbagai bidang.  

Lebih lanjut, Agus menambahkan bahwa kompetisi seperti NUDC sangat penting untuk membentuk karakter mahasiswa yang kritis dan berwawasan global.

“Debat bukan sekadar ajang adu argumen, tetapi latihan berpikir sistematis, logis, dan komunikatif. Ini adalah bekal penting bagi mahasiswa di era digital yang menuntut kemampuan berpikir cepat dan cerdas dalam mengambil keputusan,” jelas Agus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: News.bsi.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU