Minggu, 26 OKTOBER 2025 • 12:30 WIB

Mahasiswa UB Wakilin Indonesia Pada Kompetisi Pangan Dunia di Belanda

Author

Daffa Prastita Ahmad (tengah), mahasiswa Program Studi Agroteknologi UB Angkatan 2022 (ANTARA)

INDOZONE.ID - Mahasiswa lintas jurusan Universitas Brawijaya, mewakili Indonesia di ajang kompetisi pangan dunia bertema Food Systems Innovation Challenge on Nature-Based Solutions. Kompetisi ini diadakan di Wageningen, Belanda.

Mahasiswa lintas jurusan ini diwakili oleh Daffa. Ia bersaing dengan 24 tim dari 12 negara yang saling beradu ide. Mereka menghadirkan inovasi pangan berbasis alam (nature-based solutions).

Baca juga: Aneh tapi Nyata! Ini 5 Jurusan Kuliah Terunik di Dunia

“Konsep kami ini tentang complex rice system atau yang dikenal juga sebagai mina padi, tapi kami kembangkan dengan elemen tambahan, seperti serai dan azolla. Dengan begitu, kami bisa mendapatkan keuntungan dua kali lipat tanpa input kimia. Sistemnya organik,” ujarnya.

Daffa dan tim berhasil menembus hingga grand final, dengan membawa proyek berjudul Memayu Ning Papat: Multiple-Yield Agroecosystem.

Dengan proyek ini, Daffa bersama tim ngembangin model pertanian berkelanjutan. Mereka menggabungkan sistem rice-fish-azolla-lemongrass di Desa Jenggolo, Kabupaten Malang.

Baca juga: Mau Masuk Kampus Top Lewat Jalur Prestasi? Ini 5 Lomba yang Wajib Kamu Ikuti!

Pendekatan ini bukan cuma bisa menghasilkan panen ganda, tapi juga bisa ningkatin keseimbangan ekologi dan kesejahteraan petani.

Manfaat ekologis dari pendekatan ini seperti pengendalian hama alami, pemupukan regeneratif, dan pengurangan biaya produksi. Proyek ini juga bermitra sama PT Ladang Mukti, dorong replikasi model pertanian berkelanjutan.

“Awalnya seleksi dari prodi, kemudian fakultas, lalu universitas. Setelah bersaing di tingkat nasional, tim kami akhirnya lolos dan mewakili UB di ajang internasional,” katanya.

Baca juga: Sering Tampil Tapi Masih Grogi? Ini Penjelasan Psikologisnya dan Cara Mengatasinya

Dalam kompetisi ini, para peserta presentasi solusi yang mereka bawa untuk bangun sistem pangan yang lebih tangguh, ramah lingkungan, dan inklusif. Daffa menyebut bahwa proyeknya ini akan lanjut ke tahap inkubasi selama enam bulan.

“Kami akan dapat bimbingan inkubator dari Februari sampai Oktober 2026, dan nanti berkesempatan mewakili Indonesia di World Food Forum di Roma,” ujarnya.

Daffa berharap, dengan inovasi ini bisa dapat dukungan fakultas dan universitas yang lebih kuat agar bisa makin kembangkan secara luas.

Baca juga: Meet and Greet Film 'Kuncen' di Untar: Mahasiswa Belajar Soal Industri Perfilman dan Proses Produksi

“Harapannya UB terus mendukung kegiatan seperti ini, karena proyek kami berkelanjutan. Kami ingin membangun sistem pertanian masa depan yang kuat, ramah lingkungan, dan berpihak pada petani kecil,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU