INDOZONE.ID - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali unjuk gigi di ajang Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2025. Kompetisi yang diadakan di Universitas Andalas ini, ITS sukses ngamanin lima gelar juara.
Mahasiswa ITS tergabung dalam tim Bayucaraka, mereka mengembangkan inovasi dan performa unggul berbagai pesawat tanpa awak.
Tim Bayucaraka berhasil dapat Juara 1 kategori Racing Plane, Juara 3 kategori Fixed Wing, Juara 3 kategori Long Endurance Low Altitude, Juara 2 kategori Vertical Take Off dan Landing, dan Juara 2 kategori Technology Development.
Baca juga: Meet and Greet Film 'Kuncen' di Untar: Mahasiswa Belajar Soal Industri Perfilman dan Proses Produksi
General Manager tim Bayucaraka, Rama Suryansyah Budianto jelasin bahwa capaian ini atas kerja sama dan persiapan panjang dengan seluruh divisi.
“Tahun ini Bayucaraka menjadi satu-satunya tim di KRTI 2025 yang berhasil meraih tiga besar di seluruh divisi. Kami sangat bangga karena hasil ini menunjukkan konsistensi dan kerja keras seluruh anggota,” ujar mahasiswa Teknik Fisika ITS tersebut.
Kategori Racing Plane jadi prestasi paling tinggi, yaitu Juara 1. Mereka bawa pesawat PALKONJET (Precise Aerobatics Lightning Kinetics and On-Point Navigation Jet). Pesawat ini fokus pada kecepatan dan efisiensi lintasan, dengan meningkatkan sistem propulsi.
Baca juga: Sering Tampil Tapi Masih Grogi? Ini Penjelasan Psikologisnya dan Cara Mengatasinya
“Dengan sistem kendali yang lebih presisi dan peningkatan desain aerodinamika, pesawat kami mampu melaju cepat dan tetap stabil hingga garis akhir,” ungkapnya.
Untuk kategori Fixed Wing, tim Bayucaraka membawa pesawat BRB-29 (Be Right Back 29). Mereka mengusung misi Aksi Cepat Tanggap Pengiriman Paket Darurat di wilayah Aliran Sungai. Pesawat ini juga dilengkapin sama teknologi pemetaan udara yang bisa hasilin video 4K dan live monitoring.
“Perubahan signifikan kami tahun ini terletak pada sistem propulsi dan transmisi, yang membuat performanya lebih efisien dibanding tahun lalu,” jelas Rama.
Baca juga: Mahasiswa FEB UNY Ajak Siswa SMP Negeri 2 Manisreenggo Jadi Agen Perubahan Lingkungan
Kategori selanjutnya ada Vertical Take Off dan Landing, tim Bayucaraka menurunkan Soeruku v2, sebuah drone hexacopter dari pengembangan sebelumnya. Wahana ini bisa deteksi objek secara otomatis buat misi pengangkatan dan penurunan muatan.
Selain itu, drone ini juga dilengkapi sensor LiDAR 2D yang bikin mereka kenal dengan medan sekitarnya, bahkan area sempit sekalipun.
Tim Bayucaraka juga dapat Juara 3 kategori Long Endurance Low Altitude lewat pesawat Ababil-nya. Pesawat ini mampu menempuh hingga 60 kilometer sambil jatuhin muatan. Selain itu, pesawat ini juga bisa deteksi hotspot secara otomatis.
Baca juga: Ketika Lulusan Terbaik UT Surabaya Dihadapkan Pilihan Hadiah dari Gubernur Jatim: Umrah atau S2?
Buat kategori terakhir yaitu Technology Development, tim ini berhasil dapat Juara 2 dengan mengembangkan inovasi RESCUE. Ini merupakan sistem gabungan antara Remote Control dan Monitoring Website.
Rama menyebut bahwa inovasi ini dibuat untuk menyederhanakan sistem drone buat lembaga tanggap bencana.
“Ke depan, RESCUE diharapkan menjadi produk unggulan pesawat nirawak nasional untuk pemetaan dan inspeksi bencana,” paparnya.
Baca juga: Unik Banget! Ini Dia Jurusan Kuliah yang Cuma Ada di Indonesia dan Bikin Bangga Budaya Lokal
Gak berhenti sampai disini, Rama menyebut bahwa timnya bakal ngelanjutin risetnya menuju KRTI 2026. Selain itu, mereka juga tengah menyiapkan buat ikut ajang internasional seperti Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) dan Teknofest Turki.
“Kami ingin terus berprestasi sekaligus berkontribusi bagi kemajuan teknologi kedirgantaraan Indonesia,” terangnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Its.ac.id