INDOZONE.ID - Salah satu hal yang harus dilakukan oleh mahasiswa yaitu publikasi ilmiah, setidaknya satu kali selama jadi mahasiswa.
Dalam tri dharma perguruan tinggi, penelitian bahkan masuk ke salah satunya. Oleh karena itu, publikasi ini penting banget untuk dilakukan karena bisa jadi portofolio sebagai akademisi.
Biasanya, dosen pun memberi tugas ke mahasiswa untuk publish artikel yang mereka buat. Cara ini bisa kamu manfaatkan dengan baik, karena juga dapat bimbingan dari dosen tersebut.
Baca juga: Mau Masuk Kampus Top Lewat Jalur Prestasi? Ini 5 Lomba yang Wajib Kamu Ikuti!
Namun, untuk penelitian bisa sampai tahap ke publikasi bukanlah perkara mudah. Ada berbagai tahapan yang harus dilalui oleh mahasiswa supaya. Ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan supaya bisa lolos publikasi jurnal.
Tips Supaya Lolos Publikasi Jurnal
1. Buat Alur Penulisan Jurnal
Merencanakan alur penelitian itu penting banget dan harus dibuat secara matang. Ini adalah langkah pertama yang harus kamu lakukan buat mulai sebuah penelitian.
Baca juga: ITS Bawa Manekin 3D ke Sekolah! Siswa SDIT Al Uswah Diajak Mengenal Bahaya Rokok
Kamu bisa mulai dari membuat kerangka berpikir agar penelitian bisa lebih terarah. Buatlah garis besar artikelnya, lalu buat kerangka setiap bab satu per satu.
2. Buat Bersama Tim
Penelitian bakal lebih mudah dilakukan kalau bersama tim, jadi bisa saling bantu dan beri masukan. Kamu pun gak akan merasa terbebani semua bagian, karena bisa dibagi-bagi ke penulis lain.
Baca juga: Sering Tampil Tapi Masih Grogi? Ini Penjelasan Psikologisnya dan Cara Mengatasinya
3. Punya Referensi Cukup
Dalam membuat artikel, kamu wajib mencantumkan referensi karena jadi bukti bahwa artikel tersebut ditulis berdasarkan data. Setidaknya, dalam membuat artikel ada minimal 20 referensi.
4. Hindari Jurnal Predator
Kalau mau publikasi artikel itu wajib banget perhatiin jurnalnya. Jangan sampai kamu publikasi artikel ke jurnal predator atau jurnal yang kualitasnya diragukan. Oleh karena itu, wajib cek terlebih dahulu reputasi setiap jurnal.
Baca juga: Mahasiswa FEB UNY Ajak Siswa SMP Negeri 2 Manisreenggo Jadi Agen Perubahan Lingkungan
Tanda-Tanda Jurnal Predator
1. Tidak Dikelola Asosiasi Ilmiah
Tanda pertama jurnal predator dijalankan/dikelola oleh asosiasi ilmiah atau akademisi. Biasanya, orang-orang ini hanya berpura-pura dengan pakai nama yang mirip bahkan, sehingga sulit tahu siapa yang kelola jurnalnya.
Baca juga: Unik Banget! Ini Dia Jurusan Kuliah yang Cuma Ada di Indonesia dan Bikin Bangga Budaya Lokal
2. Janji Publikasi Cepat
Publikasi artikel itu biasanya perlu waktu beberapa bulan karena mereka punya timelinenya. Apalagi proses review juga perlu proses, pastinya harus memerlukan banyak waktu. Oleh karena itu, jangan tergiur dengan jurnal yang janji buat publikasi cepat.
Baca juga: Jadi Doktor di Usia 25, Rizky Aflaha Buktikan Kalau Ambisi Akademik Nggak Kenal Umur
3. Terlalu Banyak Klaim
Kalau jurnal tersebut memang sudah bereputasi, biasanya jadi langganan banyak akademisi tanpa perlu banyak klaim. Tapi kalau jurnal tersebut terasa asing bagi kamu, lalu banyak klaim seperti bereputasi tinggi tentu harus dicurigai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psikologi.ugm.ac.id, Umko.ac.id