INDOZONE.ID - Sidang skripsi. Dua kata yang bisa bikin jantung mahasiswa berdetak lebih cepat bahkan sampai blank dan gak bisa jawab pertanyaan pas sidang skripsi.
Nah ternyata ada pertanyaan yang sering muncul saat sidang skripsi dan tips yang bisa bikin proses sidang skripsi berjalan lebih lancar.
Baca juga: Mau Lulus Tepat Waktu? Hindari 4 Kesalahan Fatal Saat Nyusun Proposal Skripsi
Dari “Kenapa Penelitian Ini Penting?” Sampai “Data Kamu Dapat Dari Mana?”
Bayangin kamu duduk di depan dosen penguji, dengan slide presentasi di layar dan tatapan tajam yang bikin lupa teori sendiri. Pertanyaan pertama yang sering muncul adalah soal dasar penelitian “kenapa topik ini penting?”.
Jawaban terbaik bukan sekadar hafalan dari latar belakang, tapi penjelasan yang menunjukkan pemahaman mendalam bahwa risetmu benar-benar punya urgensi sosial atau akademik.
Lanjut ke pertanyaan klasik berikutnya yaitu “Kenapa pakai metode A, bukan metode B?” Nah, inilah saatnya mahasiswa menunjukkan logika berpikir ilmiahnya. Kuncinya bukan sekadar tahu nama metode, tapi paham alasan pemilihan apakah lebih akurat, lebih relevan, atau lebih efisien untuk menjawab masalah penelitian.
Pertanyaan ketiga biasanya mengarah ke “kerangka berpikir.” Di sinilah mahasiswa akan diuji sejauh mana memahami alur logika penelitian.
Mulai dari fenomena yang diamati, perumusan masalah, teori yang mendukung, hingga bagaimana semuanya nyambung ke hipotesis atau tujuan penelitian. Kalau kamu ngerti alurnya, dosen bisa langsung tahu kamu beneran nulis sendiri, bukan sekadar hasil copy-paste dari referensi.
Dan yang paling menegangkan adalah “Datanya kok seperti ini, kamu dapat dari mana?” Inilah pertanyaan yang sering bikin mahasiswa deg-degan.
Cara terbaik menjawabnya adalah dengan tenang siapkan bukti data asli seperti kuesioner atau dokumentasi pengambilan sampel. Jelaskan cara mengolahnya tanpa panik, karena dosen biasanya ingin menguji validitas proses, bukan menjatuhkan mahasiswa.
Strategi Biar Sidang gak Bikin Blank
Kunci utama sidang lancar bukan karena hafalan, tapi kesiapan mental dan pemahaman struktur riset. Ada yang bahkan menyiapkan “catatan kilat” berisi poin-poin penting seperti teori, alasan metode, dan cara menjelaskan data. Catatan ini bukan contekan, tapi semacam safety net biar gak kehilangan arah saat panik.
Selain itu, latihan menjawab pertanyaan dengan teman atau simulasi kecil terbukti efektif untuk melatih spontanitas. Dengan begitu, mahasiswa bisa terlihat percaya diri dan meyakinkan dua hal yang disukai penguji.
Sidang skripsi bukan akhir dari perjuangan, tapi puncak pembuktian kalau mahasiswa bisa berpikir kritis dan logis. Ini semua adalah tentang memahami kenapa teori itu penting, dan mental siap untuk menjawab pertanyaan dengan argumen yang kuat.
Baca juga: Perbedaan Skripsi dan Jurnal Ilmiah yang Wajib Kamu Tahu
Jadi, sebelum hari-H tiba, pastikan kamu bukan cuma siap dengan PowerPoint, tapi juga siap mental dan strategi.
Nah, udah sampai mana nih pengerjaan skripsi mu?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@manuru.id