Ilustrasi mahasiswa yang gak semangat. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Banyak mahasiswa sering mengalami fase, di mana semangat menurun, fokus kabur, dan tujuan terasa samar di dunia kampus. Hanya bangun pagi, ikut kuliah, ngerjain tugas, tapi di ujung hari tetap ngerasa kosong dan nggak tahu sebenarnya sedang menuju ke mana.
Nyatanya kehilangan arah bukan tanda kegagalan, tapi sinyal kalau perlu adanya jeda untuk menata ulang langkah. Ada 7 penyebab umum kenapa seseorang bisa merasa tersesat, terutama di usia kuliah masa pencarian jati diri dan arah hidup.
Baca juga: 7 Tipe Teman Kuliah yang Pasti Pernah Kamu Temui: Dari si Rajin sampai Deadline Fighter!
Banyak mahasiswa merasa produktif karena terus bergerak seperti ikut organisasi, ngerjain tugas, magang, bahkan side project.
Tapi tanpa arah yang jelas, semua aktivitas itu justru bikin kamu kelelahan tanpa kemajuan berarti. Fokus lebih penting daripada sekadar sibuk karena energi yang tersebar terlalu luas malah bikin kehilangan tujuan.
Scroll media sosial dan lihat teman udah lulus, kerja, atau ikut konferensi di luar negeri kadang membuat munculnya rasa minder.
Tapi fokus berlebihan pada pencapaian orang lain sering membuat kamu kehilangan arah pribadi. Padahal, setiap orang punya waktunya masing-masing.
Banyak mahasiswa jalan terus, tapi gak tahu mau ke mana. Menentukan tujuan kecil dan realistis, seperti menuntaskan satu target akademik per semester bisa membantu untuk kembali fokus dan punya arah yang konkret.
Menunggu waktu yang sempurna hanya membuat kesempatan berlalu begitu saja. Ambil langkah kecil hari ini, karena momentum besar dibangun dari tindakan kecil yang konsisten.
Banyak mahasiswa tahu kalau mereka perlu berubah tapi rasa takut gagal membuat mereka tetap di tempat.
Zona nyaman memang menenangkan, tapi di sana gak ada pertumbuhan. Arah baru hanya bisa ditemukan kalau kamu berani melangkah keluar.
Kehidupan kampus sering dipenuhi ekspektasi orang tua yang pengin mahasiswa cepat lulus, teman berharap ikut proyek bareng, dan dosen menuntut performa tinggi.
Tapi hidup yang hanya dijalani untuk memuaskan orang lain bikin kamu kehilangan makna. Sesekali, dengarkan suara hati sendiri dan percaya pada prosesnya.
Kunci menemukan arah bukan cuma tahu mau ke mana, tapi punya kebiasaan untuk terus jalan ke sana. Disiplin bukan soal keras kepala, tapi bentuk penghargaan pada tujuan diri sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@habittohabit