Selasa, 28 OKTOBER 2025 • 13:00 WIB

5 Kesalahan Mahasiswa Akhir yang Sering Dianggap Sepele tapi Berakibat Fatal!

Author

Ilustrasi mahaiswa sedang stress (freepik.com)

INDOZONE.ID - Menjadi mahasiswa akhir memang penuh drama mulai dari begadang di depan laptop, revisi tanpa henti, dan berjuang melawan rasa malas.

Tapi, ternyata ada beberapa kebiasaan kecil yang diam-diam bisa bikin proses skripsi berantakan. Banyak mahasiswa gak sadar kalau kesalahan sepele ini justru bisa berujung fatal.

5 Kesalahan Mahasiswa Akhir yang Sepele tapi Berakibat Fatal

Berikut beberapa kesalaham mahasiswa akhir yang sering dianggap sepele, tapi berakibat fatal:

Baca juga: Perbedaan Skripsi dan Jurnal Ilmiah yang Wajib Kamu Tahu

1. Skip Bimbingan, Padahal Itu Kompas Utama

Bimbingan sering dianggap formalitas, padahal di sanalah arah penelitian akan diuji dan disempurnakan. Mahasiswa yang jarang bimbingan cenderung kehilangan research alignment, alias nyasar waktu nulis Bab 4. 

Takut dosen pembimbing galak justru akam membuat mahasiswa makin bingung harus mulai dari mana. Jadi, kalau masih sering “kabur” dari jadwal bimbingan, mungkin saatnya mulai disiplin karena bimbingan bukan cuma kewajiban, tapi GPS-nya skripsi.

2. Revisi? Nanti Dulu Aja

Kalimat ini kelihatannya sepele, tapi efeknya bisa besar. Semakin lama revisi ditunda, semakin kabur logika tulisan yang mau dibuat. Otak manusia punya working memory yang cepat hilang kalau gak diulang dalam waktu seminggu. 

Makanya, menunda revisi cuma bikin mahasiswa kehilangan ritme dan alur berpikir. Kuncinya sederhana revisi secepat mungkin setelah bimbingan, sebelum semangat dan ide ikut menguap.

3. File Hilang sama dengan Skripsi Kiamat

Bayangin begadang semalaman menulis Bab 3, lalu besok paginya laptop error dan semua file lenyap. Bukan mimpi buruk, tapi kenyataan yang sering dialami mahasiswa akhir.

Riset menunjukkan 1 dari 4 mahasiswa pernah kehilangan data skripsi karena gak punya backup. Simpan di dua tempat berbeda bisa di cloud drive dan flashdisk.

4. Ambis Tapi Lupa Makan

Skripsi boleh bikin ambis, tapi tubuh juga butuh bahan bakar. Kurang makan dan minum bisa menurunkan konsentrasi hingga 30 persen. Banyak mahasiswa kelelahan atau bahkan jatuh sakit karena terlalu fokus mengejar deadline. Ingat, tubuh juga bagian dari strategi menyelesaikan skripsi.

5. Copas Tanpa Parafrase

Copy-paste tanpa parafrase itu bukan efisiensi, tapi jebakan. Data menunjukkan hampir 40 persen kasus plagiarisme terjadi karena mahasiswa asal menyalin tanpa ubah kalimat.

Teknik parafrase dan sitasi bukan hanya syarat etika akademik, tapi juga latihan berpikir kritis dan bukti kalau mahsiswa benar-benar memahami isi tulisannya.

Baca juga: 6 Tips Buat Judul Skripsi yang Tepat: Jangan Terlalu Panjang dan Umum

Skripsi memang bukan perjalanan mudah, tapi juga bukan hukuman. Skripsi adalah latihan disiplin, kesabaran, dan konsistensi. Kadang bukan teori yang bikin gagal, tapi kebiasaan kecil yang disepelekan. 

Nah, dari kelima kesalahan di atas, mana yang masih kamu lakukan?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@bantukuliahmu.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU