INDOZONE.ID - Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) jadi tuan rumah acara Conference of Bandung Spirit 70th Anniversary. Acara kali ini bertema “Bandung at 70: Assessments and Perspectives to Build the World Anew”.
Kegiatan ini jadi bagian dari momentum peringatan tujuh dekade Konferensi Asia-Afrika (KAA) tahun 1955. Konferensi Asia-Afrika ini jadi salah satu tonggak sejarah atas lahirnya semangat solidaritas, keadilan, dan kerja sama antarbangsa.
Acara ini dihadiri kurang lebih 131 peserta, terdiri dari akademisi, peneliti, dan praktisi dari 32 negara.
Baca juga: Tim Garuda UNY Sukses Bawa Pulang Rekor dan Dua Gelar Juara KMHE 2025
Sebanyak 89 peserta hadir secara langsung dan 42 peserta melalui daring. Peserta yang hadir secara langsung berasal dari 17 negara, sementara peserta daring berasal dari 18 negara lainnya.
Acara ini turut dihadiri sama tokoh nasional maupun internasional, salah satunya pakar geopolitik Universitas Pertahanan, Prof. Connie Rahakundini Bakrie.
Connie negesin bahwa Bandung Spirit ini masih sangat relevan di tengah adanya pergeseran tatanan global, seperti dengan hadirnya BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa).
Kelahiran BRICS ini jadi simbol perlawanan terhadap ketimpangan serta dominasi ekonomi-politik negara besar, khususnya Amerika Serikat.
“Semangat Bandung bukanlah nostalgia, melainkan kesadaran yang hidup. Ia mengingatkan kita bahwa keadilan dan perdamaian tidak diwariskan, tetapi harus terus dibangun dengan kebijaksanaan. Inilah jiwa yang harus menuntun Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Kegiatan dimulai dari Plenary Session di Gedung Loka Wirasaba. Setelah itu, kegiatan tersebar di tiga fakultas, mulai dari Fakultas Politik Pemerintahan (FPP), Fakultas Manajemen Pemerintahan (FMP, dan Fakultas Perlindungan Masyarakat (FPM), dengan total enam parallel session.
Baca juga: UPH Raih Penghargaan Perguruan Tinggi Terproduktif di PKM 2025
Berbagai akademisi hadir dan turut berpartisipasi aktif jadi pembicara maupun moderator pada diskusi ilmiah.
Diskusi ini banyak bahas isu-isu strategis, seperti tata kelola pemerintahan global, inovasi kebijakan publik, transformasi digital, serta kerja sama pembangunan berkelanjutan.
Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya pun turut hadir dalam kegiatan ini. Ia berikan apresiasi atas berjalannya acara ini, dinilai sebagai bentuk diplomasi akademik Indonesia di kancah internasional.
“Konferensi ini bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi momentum untuk memperkuat solidaritas dan memperluas jejaring pengetahuan yang akan menjadi bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, mengaku bangga bahwa IPDN bisa hadir jadi tuan rumah di kegiatan internasional ini.
“Keterlibatan IPDN dalam forum ini menjadi wujud kontribusi dunia akademik dalam memperkuat diplomasi pengetahuan dan semangat kebersamaan global,” ungkapnya.
Baca juga: Tim Garuda UNY Sukses Bawa Pulang Rekor dan Dua Gelar Juara KMHE 2025
Para Praja IPDN juga dilibatkan sebagai peserta maupun panitia. Sebagian praja ikut di berbagai seminar paralel, bertujuan untuk tambah wawasan akademik dan paham akan kondisi global. Sedangkan sebagian lainnya, bertugas jadi panitia pelaksana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release, IPDN