INDOZONE.ID - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyelenggarakan Pelatihan 1.000 Duta AI kepada siswa sekolah dasar dan menengah di Surabaya.
Ketua Pelaksana Pelatihan 1.000 Duta AI, Prof I Ketut Eddy Purnama menjelaskan, permasalahan siswa SD dan menengah adalah masih belum mengetahui etika penggunaan AI.
Beberapa siswa menggunakan AI hanya untuk memanipulasi jawaban tanpa ada koreksi sebagai pembelajaran.
“Permasalahan ini mendorong tim kami untuk mengelola hibah sinergi dari pemerintah agar siswa dapat memahami risiko penggunaan AI,” tambahnya.
Kegiatan ini memberikan pelatihan AI kepada 1.000 lebih siswa dan guru untuk menjadi Duta AI.
Pelatihan tersebut diberikan kepada 300 siswa SD dan 100 guru pendamping, 300 siswa SMP dan 100 guru pendamping, serta 300 siswa SMA dan 60 guru pendamping.
Baca juga: BINUS University Siapkan Talenta AI Masa Depan, Siap Ubah Dunia Lewat Inovasi Digital!
Pelatihan AI mengusung tiga materi, yaitu AI Ada di Sekitarmu, Techable Machines with Google, dan AI Playground.
Runtutan materi disesuaikan pada proses pemahaman AI, mulai pengenalan hingga pengaplikasian jenis AI, seperti Chat GPT dan Google Gemini.
Selain itu, pasca pelatihan ini akan diadakan kompetisi antar Duta AI agar peserta siap untuk membagikan pengalamannya ke lingkungan sekolah masing-masing.
Kompetisi tersebut dilaksanakan untuk setiap jenjang sekolah dan direncanakan terdapat pemberian hadiah bagi duta dengan nilai terbaik di akhir kompetisi.
Baca juga: Mahasiswa UB Wakilin Indonesia Pada Kompetisi Pangan Dunia di Belanda
Dekan FTEIC ITS Prof Diana Purwitasari menerangkan bahwa siswa wajib mengetahui pentingnya AI sebagai asisten belajar yang baik.
Duta AI ditekankan terkait penggunaan tools dari situs website AI mana saja, yang memungkinkan untuk digunakan oleh para siswa.
“Meskipun masih belum terlalu inklusif, AI harus terus digalakkan sedikit demi sedikit agar siswa mampu belajar dengan efektif dan efisien,” imbuhnya.
Diana memaparkan bahwa pelatihan ini sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Dengan demikian, pendidikan dapat lebih mudah diakses melalui bantuan inovasi berkualitas dari AI.
“Harapannya, siswa yang melek terhadap etika dan penggunaan AI bisa lebih merata hingga ke ranah nasional,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Its.ac.id