INDOZONE.ID - Tim Mahasiswa Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) berhasil amankan gelar Juara 1 di ajang Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) 2025.
Mereka berhasil menang di bidang Komersialisasi Teknologi Tepat Guna, yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek.
Mahasiswa ini terdiri dari tiga orang, yang tergabung di dalam tim CaseCrushers. Mereka adalah Harits Imtiyaaz Tresna Putra, Kania Azra Putri Fahlepi, dan Ayesha Ghaisani.
Baca juga: Berani Bilang “Gak Bisa”: Skill Kampus yang Bikin Hidup Si People Pleaser Lebih Sehat!
Inovasi Inokulum Mikroba buat Kopi
Kompetisi ini mengangkat tema “Hilirisasi dan Industrialisasi Inovasi”. Tim CaseCrushers ini membahas tentang komersialisasi teknologi inokulum mikroba untuk kopi.
Teknologi ini memiliki bentuk seperti ragi mikroba (inokulum), yang bisa bantu buat fermentasi biji kopi untuk hasilkan rasa yang konsisten, fruity, dan berkualitas.
“Kami tidak menciptakan produknya, tapi berperan sebagai tim yang membantu merancang strategi komersialisasi dan industrialisasinya,” jelas Kania Azra selaku anggota tim CaseCrushers.
Tim CaseCrushers sukses nunjukin potensi besar dari inovasi yang dikembangkannya, lewat pendekatan berbasis riset pasar, analisis teknologi, hingga model bisnis yang berkelanjutan.
Baca juga: Terobosan Baru ITS, Paving Berpori dari Fly Ash Sebagai Penangkal Banjir yang Ramah Lingkungan
Strategi dan Proses Persiapan
Perlombaan KBMK 2025 terdapat beberapa tahap, dari pengumpulan proposal dan video presentasi, tahap semifinal, lalu babak final yang diadakan di Universitas Multimedia Nusantara.
Berbagai persiapan dilakukan oleh tim sebelum mulai kompetisi, termasuk berkonsultasi dengan dosen pembimbing Dr. Bayuningrat Hardjakaprabon dan penelitian Dr. Intan Taufik.
Konsultasi ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dari aspek teknik dan potensi pasar.
Baca juga: Makan Siang Kepala Sekolah CityUHK: Wadah Sekolah Menengah Memahami Arah Pendidikan CityUHK
Setelah itu, tim membuat proposal lengkap dan video penjelasan, yang diunggah ke kanal resmi penyelenggara lomba. Mereka berhasil lolos ke semifinal dan grandfinal setelah mengalahkan 11 tim di tahap awal.
“Tahapan final cukup menantang karena malam sebelumnya kami mendapat studi kasus tambahan yang harus dianalisis dalam waktu singkat,” ujar Harits.
Walaupun demikian, kerja sama yang solid dan kemampuan berpikir kritis inilah yang jadi kunci kesuksesan tim.
Baca juga: Beasiswa SISGP Swedia 2026: Berikut Syarat, Dokuman Wajib, hingga Benefit yang Didapat
Tantangan yang Dihadapi
Pada ajang ini tim juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan terbesarnya yaitu menemukan teknologi yang pas dan sesuai dengan tema lomba.
“Kami sempat kesulitan menentukan topik karena banyak inovasi ITB yang menarik, tapi tidak semuanya siap dikomersialisasikan,” ujar Ayesha.
Setelah berbagai proses, tim akhirnya menetapkan inovasi mikroba fermentasi kopi, karena dianggap punya dampak luas pada peningkatan kualitas hasil perkembunan. Selain itu, cara ini juga bisa mendukung pemberdayaan para petani lokal.
Baca juga: UI dan University of Queensland Bangun Pusat Riset Bersama, Siap Perkuat Inovasi & Pendidikan
Tekanan mental juga tantangan yang mereka hadapi, apalagi SBM ITB juara dua tahun berturut-turut.
“Karena SBM ITB sudah dua tahun berturut-turut juara, kami merasa harus bisa mempertahankan prestasi itu. Tekanannya besar, tapi justru itu yang membuat kami semakin kompak,” kata salah satu anggota tim, Harits.
Practice Makes Perfect
Menurut Kania, kemenangan ini bukanlah proses instan, melainkan usaha dan kerja keras yang dilakukan.
“Practice makes perfect,” ujar Kania.
“Kami sudah beberapa kali ikut lomba dan pernah gagal juga. Kegagalan itu justru jadi latihan mental untuk bisa tampil lebih siap.” sambungnya.
Prestasi ini bukan cuma bikin bangga ITB, tapi juga menegaskan harus ada kolaborasi riset kampus dan strategi bisnis yang jadi jembatan penting, khususnya untuk keberlanjutan ekonomi dan inovasi.
Baca juga: 5 Rahasia yang Sebaiknya Disimpan Mahasiswa Sendiri, Biar Hidup Kampus Tetap Tenang dan Bebas Drama
“Kami harap langkah kecil ini bisa jadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk ikut berkontribusi dalam hilirisasi riset kampus menjadi solusi nyata bagi masyarakat,” tutup Ayesha.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Itb.ac.id, Itb.ac.id