Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 13:40 WIB

Mahasiswa ITB Raih Juara Dunia di UNESCO Youth Hackathon 2025 Lewat Proyek MIL Point

Author

Tim mahasiswa ITB di ajang UNESCO Youth Hackathon 2025. (itb.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) sukses menorehkan prestasi di ajang UNESCO Youth Hackathon 2025 lewat proyek inovatif “MIL Point”.

Ide berawal dari pengamatan sederhana di transportasi umum, ketika seseorang menyadari banyak orang mengonsumsi informasi tanpa sadar akan hoaks. 

“Ide ini muncul ketika saya sedang menggunakan transportasi umum,” ujar Vinnidhiaty Gradelyn Jees, mahasiswa Desain Komunikasi Visual ITB 2018. Seperti yang dilansir dari laman resmi ITB pada Selasa (11/11/2025).

Baca juga: ITB Nyata Berdampak! Setetes Air Minum dari Sistem Membran Ultrafiltrasi IPB Untuk Komunal di Desa Domas

Proyek ini berfokus pada literasi media yang mudah diakses publik melalui dua pendekatan yaitu offline lewat “MIL Box” dan online melalui aplikasi digital “MIL Point”. Keduanya dirancang untuk membantu masyarakat membedakan informasi palsu dan berita kredibel secara interaktif.

MIL Box dan Aplikasi Literasi Digital

MIL Box ditempatkan di ruang publik agar masyarakat bisa berlatih mengenali hoaks. 

“Di dalam MIL Box, pengunjung bisa menguji kemampuan mereka membedakan hoaks, membaca verifikasi fakta, dan didorong menyebarkan informasi yang benar,” jelas Wynneth Artdelyn Jees, mahasiswa Desain Interior ITB 2022.

Sementara aplikasi MIL Point menyediakan empat fitur utama yaitu Verified News Feed untuk berita kredibel, Prebunk Games untuk latihan cek fakta, Debate Point untuk diskusi publik, serta sistem penghargaan agar pengguna tetap aktif. 

“Dengan menggabungkan kegiatan offline interaktif dan pembelajaran digital, MIL Point bertujuan menciptakan ekosistem yang menyenangkan dan mendorong pola pikir kritis serta perilaku bermedia yang bertanggung jawab,” tambah Wynneth.

Bersaing dengan Ribuan Peserta Dunia

Proyek mahasiswa ITB ini berhasil menyingkirkan 1.286 proposal dari 138 negara, menjadikannya salah satu dari empat pemenang utama bersama Argentina, Kamerun, dan Vietnam. 

Acara penghargaan berlangsung di Cartagena de Indias, Kolombia, dan diserahkan langsung oleh Tawfik Jelassi, Assistant Director General UNESCO bidang Komunikasi dan Informasi.

Tantangan dan Pesan Inspiratif

Kemenangan yang diraih Tim ini tentu aja gak mudah dan penuh tantangan. 

“Ada rasa tidak percaya seperti, ‘bagaimana mungkin kami bisa bersaing dengan ribuan peserta dari ratusan negara dan bahkan berangkat mewakili Indonesia?’ Rasa itu cukup berat untuk dilawan. Tapi kami belajar untuk tidak membatasi diri,” ujar Vinnidhiaty.

Kolaborasi lintas jurusan menjadi kunci keberhasilan mereka mulai dari desain hingga teknologi informatika. Dukungan juga datang dari Radyalabs dan Paragon, yang akan membantu pengembangan MIL Point Box pertama di Jakarta dan Bandung sebelum akhir 2025.

Baca juga: SBM ITB Sabet Juara 1 KBMK 2025, Angkat Inovasi Inokulum Mikroba buat Kopi

Jonathan Emmanuel Saragih mahasiswa Teknik Informatika 2022 juga memberikan pesan pada mahasiswa-mahasiswa agar jangan pernah takut gagal.

Jangan takut gagal. Kami pun pernah kalah berkali-kali sebelum akhirnya sampai di titik ini. Setiap kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari perjalanan menuju sukses. Habiskan jatah gagalmu selagi muda,” ujar Jonathan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itb.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU