Rabu, 12 NOVEMBER 2025 • 14:32 WIB

Domy Brush Suction, Alat Bedah Inovatif Dosen FK UB Raih Juara di GIMI Innovation Awards 2025

Author

Domy Brush Suction (karya Dr. Domy Pradana Putra, Sp.OT, dari Departemen Ortopedi dan Traumatologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya (UB)

INDOZONE.ID - Alat hisap bedah inovatif dari Universitas Brawijaya (UB), Domy Brush Suction, berhasil mengharumkan Indonesia ke kancah internasional.

Dr. Domy Pradana Putra, Sp.OT, Departemen Ortopedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran UB, meraih Juara 2 kategori “Proyek Paling Inovatif – Sektor Swasta”, di ajang Global Innovation Management Institute (GIMI) Innovation Awards 2025. 

Baca juga: Selamat! Film Pendek Mania Dunia Nia Karya Mahasiswa Indonesia Juara 1 di Ajang Internasional

Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam upacara yang berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil, pada 7 November 2025.

Acara dihadiri oleh para inovator, eksekutif, dan pembuat kebijakan lebih dari 30 negara.

Institut Manajemen Inovasi Global (GIMI), yang berbasis di AS, memberikan penghargaan bagi inovasi yang unggul dan berdampak nyata, serta selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs).

Domy Brush Suction karya Dr. Domy memenangkan penghargaan atas desainnya yang sederhana, nilai klinisnya, dan berdampak nyata pada efisiensi perawatan kesehatan. 

Baca juga: FK UNMUL dan Pemkab Kukar Bersinergi Kuatkan SDM Kesehatan, Sasar Pemerataan Dokter di Pedalaman

Inovasinya diakui karena dapat mempercepat alur kerja di ruang operasi, menghemat waktu bedah, dan meningkatkan keselamatan pasien.

“Keberhasilan ini bukan hanya milik saya, tetapi juga milik para mentor, kolega, dan murid-murid saya yang percaya bahwa inovasi adalah bagian dari penyembuhan,” terang Dr. Domy.

Ia menambahkan pencapaian ini mencerminkan dukungan Universitas Brawijaya dan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar di Malang dalam mendorong inovasi yang dipimpin oleh klinisi.

Domy Brusah Suction bermula dari pengalaman Dr. Domy di ruang operasi Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang. 

Baca juga: FATERNA UNAND Gelar ICCBS Perdana, Ciptakan Solusi untuk Ketahanan Pangan Global Melalui Inovasi Sapi dan Kerbau

Ia sering kali menemukan penyumbatan pada selang suction ketika menjalankan prosedur pembersihan luka.

Penyumbatan tersebut memakan waktu pembedahan lebih panjang hingga 5-10 menit. Hal itu pun mendorongnya untuk mendesain ulang sistem penyedotan agar lebih efisien.

Ia berhasil membuat ujung hisap multi-lumen yang fleksibel dengan enam tabung kecil dan dua lubang di setiap tabung, yang mengurangi risiko penyumbatan.

Ujungnya lembut, tidak menyebabkan trauma jaringan, dan kontrol katup ibu jari membuat dokter dapat menyesuaikan tekanan hisap secara presisi. 

Baca juga: Dari Makassar ke China: Kisah Sry Wahyuni Wujudkan Mimpi Jadi Dokter via Beasiswa Internasional

Domy Brush Suction lolos Nomor Izin Edar dari Kementerian Kesehatan RI (AKD 20903322582) dan diproduksi massal oleh PT Jayamas Medica Industri (Onemed).

Produk ini rilis secara nasional dalam ajang Medical Device Ecosystem Day (MADE Day) pada Januari 2024.

Kini, produk telah terdaftar di e-Katalog LKPP untuk mendukung pengadaan rumah sakit di seluruh Indonesia.

Melalui produk tersebut, Universitas Brawijaya terus menjadi pelopor dalam penelitian medis translasional, mendorong inovasi yang menjembatani praktik klinis dan teknologi biomedis untuk meningkatkan kualitas perawatan di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ub.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU