Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Rabu, 12 NOVEMBER 2025 • 11:20 WIB

Wamen Stella Christie Soroti Kesenjangan di Bidang STEM, Ada Bias dan Stereotip

Wamen Stella Christie Soroti Kesenjangan di Bidang STEM, Ada Bias dan StereotipWamendiktisaintek Stella Christie (kemdiktisaintek.go.id)

INDOZONE.ID - Wakil Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menyoroti adanya kesenjangan gender dalam bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). 

Stella memaparkan adanya perbandingan sebesar 16,91% antara lulusan STEM laki-laki dan perempuan. Ia memberikan contoh bahwa negara lain, seperti Uni Emirat Arab dengan perbandingan paling besar, yaitu 32,14% dan yang terendah adalah Turki sekitar 0,95%.

Baca juga: Dosen IPB University Kembangkan 'Kayu Magnet' dari Limbah Industri sebagai Solusi Ramah Lingkungan

Soroti Adanya Bias pada Perempuan

Ia menegaskan penting buat menghapus bias dalam lingkungan akademik maupun profesional. Selain itu, penting juga memahami akar masalah sebelum memutuskan sebuah tindakan.

“Bukan karena kemampuan ilmiah perempuan lebih rendah dari laki-laki. Masalahnya adalah bias dan stereotip dalam masyarakat,” ujar Wamen Stella di Graha Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Baca juga: Komunitas Tari Keluwih Beksan Ubaya Tampil Memukau di Ajang Indonesia Menari 2025

Selain itu, Stella juga mengungkapkan sebuah penelitian yang memperlihatkan Curriculum Vitae (CV) bisa dinilai berbeda hanya karena nama yang melekat. CV dengan nama laki-laki dinilai lebih produktif dan punya banyak pengalaman dibanding perempuan.

“Ini membuktikan adanya bias yang nyata. Oleh karena itu, kami mendorong agar foto tidak dicantumkan dalam CV saat melamar pekerjaan, agar penilaian objektif berdasarkan kompetensi, bukan penampilan atau stereotip,” tambah Stella.

Baca juga: 5 Negara yang Dikenal dengan Biaya Pendidikan yang Murah

Pengaruh AI Terhadap Bias

Stella juga menyoroti sebuah penelitian yang ada bias dalam mentoring akademik, gaji, hingga peluang karier bagi perempuan. Bahkan di era AI ini bias gender masih tetap ada, karena algoritma dengan data yang mencerminkan ketidaksetaraan gender tersebut.

“AI bukan solusi otomatis untuk bias gender. Jika data yang digunakan sudah bias, maka AI justru dapat memperkuat bias tersebut,” jelas Wamen Stella.

Baca juga: Tim Magna Energy Unhas Raih Juara 1 YEH 2025, Dapat Pendanaan Riset Mencapai Rp250 Juta

Langkah Nyata Wujudkan Kesetaraan

Stella menekankan bahwa harus ada langkah konkret untuk dilakukan, seperti menyadari stereotip gender, paham akan peran perempuan dalam bidang STEM, hingga penghapusan diskriminasi dalam pendidikan dan tenaga kerja. 

Kesadaran ini bukan hanya untuk keadilan sosial, tapi juga gimana efisiensi ekonomi nasional. Jika tidak bisa memanfaatkan potensi warga negara dengan baik, artinya akan membuang talenta yang ada.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemdiktisaintek.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Wamen Stella Christie Soroti Kesenjangan di Bidang STEM, Ada Bias dan Stereotip

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!