INDOZOBE.ID - Skripsi selalu menjadi babak penting dalam kehidupan kampus. Setiap mahasiswa punya ritme, kebiasaan, dan gaya kerja yang berbeda-beda dalam menyelesaikannya.
Ada yang memilih suasana tenang, ada yang mencari inspirasi lewat nongkrong, bahkan ada yang baru menyalakan laptop ketika pesan WhatsApp (WA) dari dosen pembimbing muncul.
Ternyata, ada lima tipe mahasiswa yang menggambarkan betapa variatifnya dunia pengerjaan skripsi. Penasaran? Yuk, simak penjelasannya di bawah!
5 Tipe Mahasiswa Skripsi
Baca juga: Biar Nugas Gak Drama: 12 Shortcut Laptop yang Wajib Dikuasai Mahasiswa Lagi Skripsi!
1. Si Nongkrong sambil Produktif
Tipe ini identik dengan suasana coffee shop, meja kayu, minuman dingin, dan laptop yang selalu terbuka. Tapi, isi file skripsi sering kali masih berhenti di “BAB 1 revisi (fix banget).docx”.
Niat ingin cari inspirasi sambil menikmati suasana, tapi kenyataannya lebih sering teralihkan oleh obrolan teman atau suasana sekitar. Meski begitu, tipe ini tetap berusaha produktif walaupun progres yang dihasilkan gak selalu sebanding dengan jumlah waktu nongkrong.
2. Si Anak Kosan
Tipe ini lebih memilih suasana kamar kos yang tenang. Duduk di meja belajar, menyiapkan camilan, dan mencoba fokus. Tapi kadang, kalau tubuh udah mulai rebahan sebentar, niat untuk kembali ke kursi bisa jadi tantangan besar.
Motonya sederhana, yaitu “Yang penting buka laptop dulu.” Walau prosesnya pelan, tipe ini biasanya memahami materi secara mendalam karena dikerjakan dalam suasana yang nyaman.
3. Si Penunggu Perpus
Datang pagi, pulang sore. Tipe ini menjadikan perpustakaan sebagai markas utama. Koleksi referensi yang dikumpulkan sudah menyerupai mini library pribadi. Ambisius, rapi, dan sangat terstruktur.
4. Si Kejar Deadline
Tipe ini baru benar-benar mengetik ketika berada di ujung waktu. Pas pesan dari dosen masuk, barulah tab Word dibuka dan jari mulai mengetik. Hasilnya cepat, tapi sering kali isi tulisan apa adanya saja karena dikerjakan sambil begadang tanpa tidur.
Tipe ini biasanya punya kemampuan menyelesaikan tugas dalam tekanan tinggi. Sebab, fokusnya muncul justru ketika waktu hampir habis.
5. Si Strategis
Tipe ini tahu kalau skripsi gak harus diselesaikan dengan stres berlebihan. Mereka memilih memanfaatkan bimbingan tambahan agar alur pengerjaan lebih terarah.
Dengan strategi, revisi teratur, dan pendampingan intensif, tipe ini memastikan skripsi tetap on track dari awal hingga ACC. Pendekatan ini membuat proses skripsi terasa lebih ringan dan terukur.
Baca juga: Bocoran Pertanyaan dan Tips Sidang Skripsi yang Bikin Mahasiswa Akhir Lebih Siap Mental!
Setiap mahasiswa memiliki gaya kerja sendiri dalam menyelesaikan skripsi. Tidak ada gaya yang paling benar, karena setiap proses memiliki tantangan dan keunikannya masing-masing.
Yang terpenting adalah tetap bergerak, menyicil, dan mempertahankan komitmen hingga tahap akhir. Jika konsisten mengerjakannya, imbalan buat kamu adalah wisuda tepat waktu!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@goalsacademy_id