Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 18:35 WIB

Bingung Bikin Rumusan Masalah? Ini Cara Praktis yang Bisa Dipakai Mahasiswa untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Author

Ilustrasi mahasiswa yang bingung menentukan rumusan masalah (freepik.com)

INDOZONE.ID - Dalam proses penelitian, rumusan masalah menjadi bagian paling krusial yang menentukan arah penelitian dari awal hingga akhir. Tapi gak sedikit mahasiswa yang justru terhenti di tahap ini karena bingung harus memulai dari mana. 

Ada rumus sederhana yang dapat digunakan sebagai panduan praktis dalam menyusun rumusan masalah, baik untuk penelitian kuantitatif maupun kualitatif.

Baca juga: 6 Tanda Skripsi Red Flag, Mahasiswa Perlu Waspada Biar Gak Telat Lulus!

Rumus Kuantitatif: Fokus pada Variabel yang Diukur

Penelitian kuantitatif berhubungan dengan pengukuran, angka, dan hubungan antar variabel. Karena itu, rumusan masalah kuantitatif wajib memenuhi unsur-unsur penting yang menunjukkan apa yang ingin diuji. Struktur rumus kuantitatif meliputi:

  1. Terdapat (atau apakah terdapat...)
  2. Subjek yang diteliti
  3. Masalah atau variabel yang diuji
  4. Area atau ruang lingkup penelitian
  5. Metode yang digunakan

Dengan struktur tersebut, rumusan masalah akan lebih mudah dipahami dan diarahkan ke teknik analisis statistik yang tepat. Contoh rumusan masalah kuantitatif:

“Apakah terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi akademik pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas X?” Struktur ini memperlihatkan variabel bebas dan terikat dengan jelas, subjek penelitian, serta batasan ruang lingkupnya. 

Rumus Kualitatif: Fokus pada Fenomena dan Konteks

Berbeda dengan kuantitatif, penelitian kualitatif menekankan pemahaman mendalam terhadap fenomena, perilaku, strategi, atau proses tertentu. Karena itu, rumusan masalah kualitatif harus memuat elemen konteks dan cara penelaahan. Struktur rumus kualitatif antara lain:

  1. Terdapat fenomena yang ingin dikaji
  2. Objek material (apa yang diteliti)
  3. Objek formal (fokus kajian)
  4. Konteks penelitian
  5. Metode atau pendekatan yang digunakan

Struktur tersebut membantu peneliti menyusun rumusan yang tidak terlalu abstrak, tapi tetap menggambarkan fenomena dengan jelas. Contoh rumusan masalah kualitatif:

“Bagaimana strategi guru dalam mengembangkan kemandirian belajar siswa inklusi melalui program X di SLB Y?” Rumusan ini menunjukkan fenomena yang diamati, fokus kajian, subjek, serta konteks lokasi penelitian.

Baca juga: 5 Tipe Mahasiswa Skripsi: Dari yang Santai, Ambis, sampai Dikejar Deadline di Detik Akhir

Rumusan masalah ibarat fondasi yang menentukan kokohnya sebuah penelitian. Ketika rumusannya tepat, proses selanjutnya seperti penyusunan teori, pengumpulan data, hingga analisis menjadi jauh lebih mudah. 

Dengan rumus yang sistematis ini, penyusunan rumusan masalah tidak lagi membingungkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@goalsacademy_id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU