Mahasiswa UNAIR Raih Gold Medal dan Penghargaan Best Idea atas Inovasi Sistem Gizi Terpadu Berbasis IoT-Blockchain
INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) meraih penghargaan Gold Medal sekaligus mendapatkan gelar Best Idea, dalam kompetisi internasional dengan menciptakan sistem gizi terpadu berbasis Internet of Things (IoT) dan blockchain.
Inovasi ini menunjukkan keahlian teknis, serta komitmen terhadap isu kesehatan masyarakat yang makin mendesak.
Baca juga: Mahasiswa UNAIR Berhasil Raih Juara dengan Inovasi Terapi Sel Punca untuk Diabetes Tipe 1
Apa yang Dibawa dalam Inovasi Ini?
Sistem gizi terpadu yang dikembangkan memanfaatkan sensor IoT untuk pemantauan kondisi gizi individu, mulai dari asupan makanan, kualitas nutrisi, hingga indikator kesehatan tubuh lainnya.
Data yang terkumpul kemudian diproses dan disimpan menggunakan teknologi blockchain, untuk menjamin keamanan, transparansi, dan integritas data.
Melalui kombinasi ini, pengguna serta stakeholder kesehatan dapat melihat rekam jejak gizi secara real time, menganalisis tren, dan mengambil tindakan preventif atau intervensi lebih tepat waktu.
Tema Inovasi yang Relevan dengan Isu Sosial
Kompetisi yang diikuti mengangkat tema besar inovasi kesehatan dan teknologi. Panel juri menilai, bahwa ide ini unggul karena relevansi tinggi dengan tantangan gizi global dan lokal dan integrasi teknologi terbaru (IoTdan blockchain) dalam sistem kesehatan.
Tak cuma itu, ada juga potensi skala pengembangan yang besar, baik skala komunitas maupun nasional dan kepedulian sosial yang tampak jelas dengan memfasilitasi data gizi serta kesehatan untuk semua lapisan masyarakat.
Di situlah, tim mahasiswa bisa membuktikan bahwa kreativitas akademik dapat berkontribusi nyata pada isu kesehatan masyarakat.
Perjalanan Tim hingga Momen Penghargaan
Mereka memulai dengan riset literatur, pengumpulan kebutuhan sistem, hingga pengembangan prototipe. Selama proses, berbagai tantangan muncul mulai dari integrasi sensor IoT yang kompleks, konektivitas data, hingga desain antarmuka pengguna yang mudah dipahami.
Setelah prototipe berjalan, tim menguji sistem dalam skenario simulasi dan mendapatkan hasil positif sehingga layak dibawa ke arena kompetisi internasional.
Di sana, presentasi dan demo sistem mendapat respons sangat baik dari juri akhirnya menyabet Gold Medal serta kategori Best Idea.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id