Solusi Inovatif Unpad: Nanopartikel dari Limbah Kulit Pisang Kepok untuk Deteksi Kanker Serviks
INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) membuat riset inovatif yang memanfaatkan limbah kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) untuk deteksi dini penyakit kanker.
Penelitian ini diinisiasi oleh tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) bernama Paradisiaca, yang bertajuk “Kesehatan dan Gizi Masyarakat untuk Tujuan yang Berkelanjutan”.
Tim terdiri dari mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), yaitu Chayra Annisa Kurnia, Syifa Mastura, Muhammad Ilham Amrullah, Annisa Ghasani Aryahiyah, dan mahasiswa dari Fakultas Farmasi, Nissa Adjani Kusumawidiyanti.
Baca juga: 4 Fakultas Kedokteran di Indonesia yang Cocok Jadi Latar Drama Korea, Mana Aja Nih?
Penelitian ini telah berlangsung dari Juli hingga Oktober 2025 di bawah bimbingan Dr. Retna Putri Fauzia, M.Si., dari Departemen Kimia FMIPA Unpad.
Pemanfaatan Limbah Ramah Lingkungan
Tim Paradisiaca memanfaatkan limbah kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.), jenis pisang yang melimpah di wilayah Jatinangor sebagai bahan baku.
Kulit pisang tersebut digunakan sebagai agen pereduksi dalam sintesis nanopartikel melalui pendekatan yang disebut sintesis hijau (green synthesis), dan dikenal ramah lingkungan.
Pemanfaatan limbah ini memiliki potensi besar untuk memberi nilai tambah sekaligus mengurangi dampak lingkungan, mengingat produksi pisang di Indonesia mencapai 8,18 juta ton pada tahun 2020.
Mekanisme Deteksi Kanker Serviks
Dalam prosesnya, tim melakukan modifikasi terhadap permukaan nanopartikel besi oksida dengan menambahkan molekul asam folat.
Asam folat dipilih karena memiliki daya tarik (afinitas) yang tinggi terhadap reseptor folat, sebuah reseptor yang banyak diekspresikan pada beberapa jenis sel kanker, termasuk sel kanker serviks.
Hasil studi simulasi komputer (in silico) menunjukkan interaksi kuat antara molekul asam folat dengan reseptor folat, energi ikatannya tercatat sebesar -7,72 kcal/mol.
Karakterisasi lanjutan menunjukkan bahwa diameter nanopartikel meningkat dari 25 nanometer menjadi 45 nanometer usai penambahan molekul asam folat (untuk penargetan aktif) serta polietilen glikol, guna meningkatkan stabilitas dan biokompatibilitas nanopartikel dalam tubuh.
Peningkatan Internalisasi Sel Kanker
Pengujian di laboratorium (in vitro) menggunakan sel kanker serviks (sel KB, CCL-17) memberikan hasil yang menjanjikan.
Tingkat kelangsungan hidup sel (viabilitas) dilaporkan berada di atas 90% hingga konsentrasi 100 µg/mL.
Selain itu, internalisasi nanopartikel ke dalam sel kanker menunjukkan peningkatan hingga 22 kali lipat dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Baca juga: Scanoma: Inovasi Alat Deteksi Dini Kanker Karya Mahasiswa UMY Berbasis AI
Tim peneliti Unpad menyatakan, "Paradisiaca, a peel of hope" (Paradisiaca, kulit harapan).
Semboyan ini menggambarkan optimisme jika limbah yang sering dianggap tidak bernilai dapat menjadi bahan penting untuk kemajuan riset kesehatan.
Melalu riset ini, tim Paradisiaca Unpad membuktikan potensi nanopartikel besi oksida yang dimodifikasi asam folat, hasil sintesis hijau dari kulit pisang kepok, sebagai agen kontras efektif untuk deteksi dini penyakit kanker.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unpad.ac.id