Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Minggu, 09 NOVEMBER 2025 • 21:00 WIB

Scanoma: Inovasi Alat Deteksi Dini Kanker Karya Mahasiswa UMY Berbasis AI

Scanoma: Inovasi Alat Deteksi Dini Kanker Karya Mahasiswa UMY Berbasis AIFoto bersama tim dan dosen pembimbing (umy.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) buat inovsi “Scanoma”, sebuah alat deteksi dini kanker kulit yang berbasis kecerdasan buatan (AI).

Ketua Tim, Salsa Faatin Al-Dhinar, mengungkapkan bahwa inovasi ini lahir dari dirinya dan tim melihat banyaknya kasus kanker kulit yang baru terdeteksi sudah di tahap lanjut.

"Kami ingin membuktikan bahwa teknologi bisa membantu masyarakat mengambil tindakan lebih cepat," ujar mahasiswa Fakultas Farmasi angkatan 2022.

Baca juga: Wali Kota New York Zohran Mamdani Ternyata Lulusan Ilmu Budaya, Bukti Kalau Humaniora Punya Peran Besar

Tim ini diketuai oleh Salsa Faatin Dhinar, dengan empat orang anggota lainnya, yaitu Yuniarti Mega Ayu (Farmasi 2022), Nur Rahmadani (Farmasi 2023), Muhammad Muammar Khadapi (Teknik Elektro 2022), dan Yosi Nugraha Adi (Teknik Elektro 2022). 

Mereka membuat rancangan sistem analisis citra lesi kulit secara real-time. Analisisnya menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN), bahkan tingkat akurasi mencapai 75,22 persen.

Baca juga: Profil Dr. Adde Rosi Khoerunnisa, Alumni UPH yang Kini Mengawal Komisi X DPR RI

Tantangan yang Dihadapi

Pengembangan inovasi Scanoma sebenarnya sudah berlangsung dari 7 Juli hingga 3 November 2025, tapi belum berjalan mulus.

Berbagai tantangan dihadapi oleh tim, mulai dari kendala teknik seperti kamera dermatoskop yang datang telat, ketidaksesuaian kabel, error sistem Python, hingga kerusakan layar LCD jelas tahap presentasi.

“Kami sempat menunggu berbulan-bulan agar kamera dermatoskop tiba. Begitu datang, kabelnya tidak cocok, sistemnya error, bahkan menjelang presentasi, layar LCD alat pecah. Rasanya campur aduk antara stres dan lucu,” ujarnya.

Baca juga: Dosen Pembimbing Sulit Ditemui? Ini Strategi Jitu Mahasiswa untuk Tetap Lanjut Skripsi

Kolaborasi Sains dan Teknologi

Berbagai tantangan yang dihadapi bukan berarti membuat tim mundur. Pada akhirnya, tim berhasil buat Scanoma jadi alat portabel berbasis Raspberry Pi yang hemat daya, gampang dioperasikan, dan bisa dipakai di fasilitas kesehatan dengan sumber daya yang terbatas.

Inovasi Scanoma jadi bukti adanya kerja sama efektif antara sains dan teknologi. Mahasiswa Farmasi fokus buat karakterisasi lesi kulit dan aspek klinik. Sedangkan mahasiswa Teknik Elektro fokus pada integrasi perangkat keras dan sistem pengolahan citra.

“Momen ketika alat itu pertama kali benar-benar berfungsi adalah yang paling berkesan. Semua kerja keras seolah terbayar lunas,” tutur Faatin dengan bangga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Umy.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Scanoma: Inovasi Alat Deteksi Dini Kanker Karya Mahasiswa UMY Berbasis AI

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!