Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 10:26 WIB

Mahasiswa Itera Putar Film "Arang" di Sekolah, Cegah Pelajar Kecanduan Judi Online

Author

Pemutaran film karya finalis LIDM berjudul “Arang: Dari Penasaran Jadi Candu” (itera.ac.id)

INDOZONE.ID - Tim Boopskiii, yang terdiri dari mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera), delegasi finalis nasional Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) Kemdiktisaintek, mengampanyekan pencegahan judi online.

Bersama dosen Desain Komunikasi Visual (DKV), tim menggelar sosialisasi di 2 sekolah di Bandar Lampung, yakni SMA Al-Kautsar dan SMAN 2, pada 20 November 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta memperkuat karakter pelajar dalam menghadapi ancaman judi online. 

Baca juga: 8 Mahasiswi UGM Ikuti Workshop Internasional di Korsel: Dorong Kepemimpinan dan Literasi Digital Perempuan

Sosialisasi dilakukan melalui pemutaran film karya finalis LIDM berjudul “Arang: Dari Penasaran Jadi Candu”.

Film tersebut menggambarkan bagaimana perjalanan seorang remaja hingga dapat terjerumus ke dalam kecanduan judi online.

Materi di SMA Al-Kautsar disampaikan oleh Ketua Kelompok Keilmuan Ilmu-ilmu Kemanusiaan Itera, Dr. Sunarsih, M.A., dan dosen pembina finalis LIDM, Nufikha Ulfah, M.Pd.

Dr. Sunarsih menekankan bahwa fenomena judi online kini bukan hanya masalah ekonomi yang memiskinkan keluarga, tetapi juga menyentuh ranah psikologis dan kriminalitas. 

Baca juga: Selamat! Film Pendek Mania Dunia Nia Karya Mahasiswa Indonesia Juara 1 di Ajang Internasional

Menurutnya, pencegahan harus dimulai sejak dini dengan penguatan nilai Profil Pelajar Pancasila, serta penguatan ekosistem sekolah dan literasi digital bagi siswa dan guru.

“Guru memiliki peran vital dalam menanamkan nilai bernalar kritis, berintegritas, dan mandiri sebagai benteng siswa dari praktik judi online,” tutur Dr. Sunarsih.

Nufikha Ulfah menambahkan, guru perlu menjadi pendamping digital bagi siswa, mengingat maraknya iklan judi dan konten digital berisiko yang menargetkan pelajar.

Di SMAN 2 Bandar Lampung, materi berfokus pada modus judi online yang menjerat remaja, serta dampak akademik dan sosialnya. 

Baca juga: ITS Bekali Ribuan Pelajar Surabaya Penggunaan AI yang Efektif dan Beretika

Guru SMAN 2, Evi Malyana, S.Pd., menyampaikan terima kasih karena kegiatan ini sangat membantu para guru melindungi siswa dari kasus judi online yang sudah menjangkau kalangan pelajar.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Al-Kautsar, Tatang Bahtiar, S.Si., M.Mat., turut memberikan apresiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, materi yang disampaikan kepada siswa sangat relevan dan membantu guru memahami ancaman judi online yang semakin masif.

Film “Arang” juga menuai respon positif. Seorang siswi bernama Salma, memuji aspek visual film, menyebut sinematografinya keren dan berbeda dari video pembelajaran biasa. 

Baca juga: Dosen UGM Soroti Tingginya Kasus Sakit Gigi, Masih Banyak Kurang Sadar

Melalui kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, diharapkan guru dan siswa semakin memahami risiko judi online dan mampu menerapkan langkah pencegahan.

Film "Arang: Dari Penasaran Jadi Candu" juga diharapkan dapat menjadi media pembelajaran berkelanjutan di sekolah-sekolah lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itera.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU