INDOZONE.ID - Universitas Terbuka (UT) perluas layanan pendidikan tinggi lewat SALUT (Sentra Layanan Universitas Terbuka).
Layanan ini tersebar hampir 700 titik untuk menjangkau 2,5 juta lulusan SMA/sederajat buat melanjutkan studi.
“Ada 2,5 juta lulusan terhalang biaya kuliah yang besar, dan masalah baru jika harus meninggalkan kampung halaman ke kota,” kata Direktur Pemasaran dan Kerja Sama (DPKS) Universitas Terbuka Ali Tarigan di UT Surabaya, dilansir ANTARA.
Baca juga: 7 Jenis Kepercayaan Diri yang Perlu Dimiliki Mahasiswa untuk Menjadi Pemimpin Masa Depan
Ali menyebut kehadiran SALUT bisa menjadi alat pemberian perceptan informasi di kabupaten/kota, termasuk di 28 titik UT Surabaya.
Selain itu, layanan salut bisa memberikan personal buat para calon mahasiswa baru.
“Keunggulannya, mereka lebih dekat dengan calon-calon mahasiswa. Kecepatan informasi akan jauh berbeda,” katanya.
“Ini yang membedakan keunggulan SALUT daripada di UT daerahnya secara langsung, karena beradanya di ibu kota provinsi,” ujar Ali.
Baca juga: Lelah Kuliah? Lakukan 5 Self Reward Ini untuk Recharge Energi Tanpa Menguras Kantong
Sementara itu, Direktur SALUT Tuban, Muhammad Ansori, menegaskan bahwa SALUT bisa jadi ujung tombak sosialisasi UT kepada masyarakat.
“SALUT ini menjadi ujung tombak dari UT untuk menjadi pemicu di masyarakat, bagaimana belajar yang efektif dan efisien waktu, bisa kuliah sambil kerja,” ujarnya.
Ansori juga mengapresiasi inovasi UT yang menyediakan pendidikan agama islam khusus anak-anak pondok pesantren.
Baca juga: Strategi Ampuh Begadang, Terapkan 5 Tips Sehat Ini Sebelum Lembur Kuliah
“Sekarang ada anak-anak pesantren yang dulu sangat tidak mengenal pendidikan tinggi, itu bisa kuliah tanpa harus keluar dari pesantren,” katanya.
Ia mencatat bahwa ada pertumbuhan signifikan di Tuban. Dalam dua tahun, jumlah mahasiswa meningkat menjdi 2.600 dari 1.000 orang.
UT menegaskan akan menambahkan pelayanan SALUT baru. Namun, fokua saat ini yaitu memperkuat sentra yang telah ada. Lalu juga melakukan pemasaran digital untuk bisa menjangkau lebih banyak calon mahasiswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA