Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 18:20 WIB

Kasus Alzheimer di Indonesia Meningkat, Pakar UGM Ungkap Cara Mencegahnya

Kasus Alzheimer di Indonesia Meningkat, Pakar UGM Ungkap Cara MencegahnyaIlustrasi lansia (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Penderita Alzheimer di Indonesia mengalami peningkatan, sejalan dengan bertambahnya populasinya lanjut usia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, lebih dari 4,2 juta penduduk Indonesia mengalami Alzheimer

Ini menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar bagi masyarakat yang lanjut usia. Kondisi ini terjadi karena adanya penurunan fungsi otak, hingga berdampak pada memori, perilaku, dan kemampuan berpikir.

Baca juga: Strategi Ampuh Begadang, Terapkan 5 Tips Sehat Ini Sebelum Lembur Kuliah

Faktor Penyebab Alzheimer

Dokter Geriatri UGM, dr. Probosuseno, mengatakan bahwa Alzheimer adalah penyakit degeneratif terjadi saat jaringan otak mengalami kerusakan, hingga akhirnya proses berpikir lambat.

Banyak faktor yang mengakibatkan orang terkena Alzheimer, seperti diabetes, hipertensi, kolesterol, dan obesitas. 

Selain itu, ada juga akibat polusi, merokok, depresi, pendidikan rendah, gangguan pendengaran dan penglihatan, kurang olahraga, minim interaksi sosial, cedera kepala, kurang cahaya matahari, hingga beraktivitas di luar.

“Faktor-faktor ini tidak membuat seseorang pasti terkena Alzheimer, tetapi meningkatkan kemungkinan terjadinya demensia,” jelas dr. Probo.

Baca juga: Strategi Ampuh Begadang, Terapkan 5 Tips Sehat Ini Sebelum Lembur Kuliah

Cara Menunda Alzheimer

Sebenarnya terdapat cara unutuk menunda munculnya Alzheimer, yaitu dengan melakukan aktivitas fisik. Tidak perlu aktivitas berat, cukup jalan 30 menit sehari sudah bisa berdampak signifikan.

“Tidak harus langsung setengah jam. Boleh dicicil 10 menit pagi, 7 menit sore sampai totalnya setengah jam sehari sudah cukup,” ungkapnya.

Probo juga menyarankan waktu ideal untuk melakukan aktivitas fisik, yaitu pukul 07.00-10.00 WIB. Ini karena cahaya matahari bisa bantu mengatur hormon dan memperbaiki kualitas tidur.

Bagi lansia yang punya keterbatasan gerak, aktivitas senam otak dan latihan otot sederhana bisa jadi pilihan.

“Yang terpenting tubuh tetap aktif karena kurang gerak justru mempercepat terjadinya demensia,” pesannya.

Baca juga: Lelah Kuliah? Lakukan 5 Self Reward Ini untuk Recharge Energi Tanpa Menguras Kantong

Metode MAS OK

Probo memperkenalkan metode “MAS OK”, sebagai rumus mencegah Alzheimer sejak usia muda. M (Mother of Learning) dengan menekankan kebiasaan membaca, mendengarkan, menulis, dan menjelaskan ulang buat merangsang otak.

Selanjutnya A (Agama), menekankan doa, kegiatan spiritual, serta sujud untuk menstabilkan pikiran. S (Seni dan Sosial), yaitu mengajak orang terlibat dalam seni dan aktivitas sosial.

Terakhir ada rumus “OK”, dengan minum obat secara teratur buat penderita penyakit kronis, melakukan kontrol kesehatan, membawa kartu identitas lansia, mempertahankan interaksi sosial, dan olahraga konsisten.

“Bisa disimpulkan, ya penanganan demensia Alzheimer itu tergantung sebabnya, karena pencegahan orang pikun itu bermacam-macam,” tutup dr. Probo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kasus Alzheimer di Indonesia Meningkat, Pakar UGM Ungkap Cara Mencegahnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!