INDOZONE.ID - Tim Paduan Suara Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (PSM ITB) berhasil raih 4 gelar di ajang 2nd Thailand International Choir Festival 2025.
Tim ini dibimbing oleh Roni Sugiarto sebagai Music Director dan Nicholas Rio sebagai Associate Music Director.
Baca juga: Lelah Kuliah? Lakukan 5 Self Reward Ini untuk Recharge Energi Tanpa Menguras Kantong
Keempat gelar yang diraih PSM ITB antara lain Outstanding Staging Presentation, Winner of Folksong Category (Gold Medal), Winner of Mixed Youth Choir (Gold Medal), dan Grand Prize Champions.
Perlombaan ini adalah puncak dari rangkaian ITB Cultural Tour (ICT) 2025 oleh PSM ITB. Kompetisi ini diikuti oleh 2 tim paduan suara dari 9 negara, dan berlangsung selama lima hari.
Prestasi ini merupakan kemenangan pertama PSM ITB sejak vacum 6 tahun di kompetisi internasional sejak 2018.
Baca juga: Strategi Ampuh Begadang, Terapkan 5 Tips Sehat Ini Sebelum Lembur Kuliah
Sebelumnya, PSM ITB pernah bawa Indonesia harum di kancah global. Tim ini pernah menjuarai Grand Prix Award di Bratislava Cantat I. (2014), juara kategori Folklore dan Mixed Youth pada 5th Florence International Choir Festival (2016), dan Grand Prix 1st Runner Up pada 57th Concorso Internazionale di Canto Corale “Seghizzi” (2018).
PSM ITB menghadirkan beberapa penampilan memukau lewat lagu Anging Mamiri (Arr. Josu Elberdin) untuk kategori Folksong dengan nilai 89,83, lagu Let My be Loved Heard (Jake Runestad) dan Warisan (Nicholas Rio) untuk kategori Mixed Youth Choir dengan nilai 89,5, dan Tari Sanghyang Dedari (Arr. Agustinus Bambang Jusana, Mod. Nicholas Rio) pada ajang Grand Prize.
Baca juga: Kamu Punya MBTI Ekstrovert? Ini Rekomendasi Jurusan Kuliah untuk Kamu si Mahasiswa Ekstrovert
Ketua ITB Cultural Tour 2025, Erza Clement Dario (Aktuaria 2021), mengungkapkan bahwa ia sangat lega setelah rangkaian ini selesai dengan catatat gemilang.
Ia menyebut, untuk mencapai titik ini harus melewati berbagai persiapan panjang, khususnya dari segi finansial dan waktu latihan.
“Walau hanya dengan waktu persiapan 3 bulan sejak Juni hingga Agustus 2025, semua masalah akhirnya bisa diatasi bersama-sama dengan tim panitia, penyanyi, dan para pelatih, Kak Roni dan Kak Rio yang selalu membimbing kami tanpa lelah dan pamrih,” ucapnya.
Baca juga: Kasus Alzheimer di Indonesia Meningkat, Pakar UGM Ungkap Cara Mencegahnya
Ketua PSM-ITB 2025/2026, Kezia Caren Cahyadi (Sistem dan Teknologi Informasi 2022), menyebut prestasi ini gak akan tercapai kalau tanpa dukungan pelatih, alumni, dan tentunya anggota PSM ITB.
“Prestasi internasional itu bonus, kunci utamanya adalah komitmen dan konsistensi dari setiap anggota. Nilai-nilai yang selalu diturunkan di setiap angkatan menjadi pegangan kami untuk terus melanjutkan legacy dan kebanggaan kami sebagai anggota PSM-ITB,” ujarnya.
Baca juga: 6 PTN Unggulan dengan Jurusan Olahraga Terbaik: Pilihan Ideal untuk Pencinta Sport
Ia menyebut prestasi ini jadi bukti bahwa ITB bukan cuma tempat untuk dapat gelar sarjana, melainkan bisa mengembangkan talenta yang mengharumkan nama Indonesia.
“Saya percaya PSM-ITB bisa terbang lebih tinggi dan mencapai milestone yang lebih gemilang lagi. PSM-ITB juga tidak pernah absen mengadakan konser tiap tahun. Jadi, kalau penasaran seperti apa penampilan PSM-ITB, jangan lupa untuk terus ikuti PSM-ITB dan tonton konser kami, ya!” kata Kezia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Itb.ac.id