Selasa, 02 DESEMBER 2025 • 14:01 WIB

Inovasi UI Lawan Stunting: "Puzzle Gizi Cerdas" FKM UI Ubah Edukasi Gizi Jadi Lebih Interaktif

Author

Ibu balita menyusun puzzle hingga gambar “Isi Piringku Seimbang: Anak Sehat & Cerdas” terbentuk. (fkm.ui.ac.id)

INDOZONE.ID - Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) mengembangkan inovasi di bidang edukasi yang mudah dipahami dan interaktif guna mendukung penurunan stunting.

Wujud dari inovasi tersebut adalah alat bantu belajar, yang dikenal dengan sebutan “Puzzle Gizi Cerdas: Cegah Stunting dengan Gizi Seimbang”.

Baca juga: Mahasiswa UNAIR Hidupkan Kampung Peneleh Melalui Edukasi Kreatif dan Pengelolaan Limbah Jelantah

Tujuan dari inovasi ini adalah untuk memperkuat kapasitas kader posyandu dalam menyampaikan informasi gizi kepada ibu balita.

Media edukasi "Puzzle Gizi Cerdas" dirancang khusus yang terdiri dari 16 kepingan puzzle. Setiap keping puzzle menampilkan gambar panduan Isi Piringku.

Tujuan utama dari perancangan media ini adalah mengubah proses pendidikan gizi menjadi format kegiatan yang menyenangkan, yakni belajar sambil bermain.

Lebih lanjut, di sisi belakang setiap kepingan puzzle terdapat pertanyaan-pertanyaan yang bersifat edukatif dan relevan. 

Baca juga: Bongkar Rahasia Viral di Media Sosial, Telkom University Gelar Workshop Storytelling di IPSMF 2025

Contoh dari pertanyaan tersebut adalah pertanyaan mengenai komposisi isi piring yang sesuai untuk balita, seperti “Apa isi piringku untuk balita?”

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kampung Lio, di bawah kepemimpinan Triyanti, S.K.M., M.Sc., Dosen dari Departemen Gizi FKM UI.

Awal dari program ditandai dengan pelaksanaan Training of Trainers (ToT), yang dilaksanakan di Puskesmas Pancoran Mas dan dirancang khusus untuk 20 kader yang mewakili lima RW.

Pentingnya metode edukasi juga disoroti oleh Kepala Puskesmas, dr. Euis Siti Nuryani. 

Baca juga: 9 UKM Paling Unik di Indonesia: Dari Fashion Show, Pengabdian Masyarakat, hingga Astronomi

Ia menekankan agar ibu balita dapat memahami pesan gizi dengan gampang, metode edukasi yang digunakan haruslah sederhana, mudah diingat, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam sesi ToT, Triyanti bersama Nurul Dina Rahmawati, S.Gz., M.Sc., dan empat mahasiswa Program Studi Gizi FKM UI, memberikan pelatihan mengenai stunting dan gizi seimbang.

Pelatihan meliputi pengajaran tentang metode penggunaan Puzzle Gizi Cerdas dan teknik-teknik komunikasi yang dianggap efektif.

Hal ini disusun agar kader dapat menjalankan tugas edukasi dengan cara ramah, menghindari sikap menggurui, serta memiliki potensi kuat guna mendorong perubahan perilaku yang positif di masyarakat. 

Baca juga: Dari Limbah Mata Tuna Jadi Suplemen Super! Inovasi IPB yang Bisa Bantu Lawan Stunting

Usai pelatihan, tim pengabdi melanjutkan dengan pendampingan lapangan di lima posyandu pada 11–14 November 2025.

Tim didukung oleh Guru Besar FKM UI, Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, M.P.H., dan Ketua Departemen Gizi, dr. Fathimah S. Sigit, M.Res., Ph.D.

Saat pelaksanaan di posyandu, kader mengajak ibu balita menyusun puzzle hingga terbentuk gambar “Isi Piringku Seimbang: Anak Sehat & Cerdas”.

Setiap ibu diinstruksikan untuk mengambil satu potongan dan kemudian menjawab pertanyaan yang tertera di belakangnya. 

Baca juga: UBSI "Upgrade Skill" Tata Pamong Paninggilan Utara dengan Pelatihan Komunikasi dan Kepemimpinan

Pertanyaan tersebut mencakup beberapa topik, seperti tumbuh kembang anak, sumber nutrisi berupa protein hewani, dan dampak negatif yang diakibatkan oleh konsumsi gula berlebih.

Metode permainan ini terbukti membuat suasana edukasi lebih interaktif, meningkatkan aktivitas bertanya dari ibu balita, dan mempermudah mereka mengingat informasi.

Sebagai upaya keberlanjutan, kader juga menerima Modul Gizi dan Panduan Penggunaan Puzzle agar kegiatan edukasi dapat dilanjutkan secara mandiri.

Nah, ketiga media edukasi tersebut bahkan telah mendapatkan Sertifikat Pencatatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada 21 November 2025. 

Baca juga: 5 Metode Belajar Efektif untuk Mahasiswa Supaya Otak Tetap Aktif dan Tajam

“Kami ingin kader tidak hanya memahami konsep stunting, tetapi juga mampu menjelaskan kepada ibu balita dengan cara yang menyenangkan dan mudah diterima. Puzzle ini menjadi jembatan komunikasi yang efektif,” tutur Triyanti.

Melalui inovasi ini, FKM berkontribusi dalam menghadapi isu-isu kesehatan masyarakat. Hal tersebut juga merupakan bagian integral dari inisiatif UI yang Unggul dan Berdampak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Fkm.ui.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU