INDOZONE.ID - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melakukan konsolidasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Barat, untuk gotong royong menangani bencana alam yang terjadi.
Dari laporan Kemdiktisaintek, Universitas Andalas (Unand) sudah bergerak ke Palembayan, Agam, salah satu titik terdampak. Unand menjadi salah satu tim yang paling awal bergerak cepat, serta bisa memetakan kebutuhan.
Unand mengirimkan tim medis, mulai dari dokter spesialis ortopedi, Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT), penyakit dalam, dokter anak, ahli gizi, spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn), hingga konsultan.
Selain itu, Unand juga membuat posko tanggap bencana untuk jadi pusat koordinasi antara relawan dan perguruan tinggi sekitar. Ini untuk memastikan bahwa alur bantuan bisa lebih terarah.
Sebanyak 497 mahasiswa diturunkan lewat Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebencanaan Hidroklimatologi. Mereka bergerak bersama warga untuk bantu mempercepat proses pemulihan setelah bencana.
Universitas Padjadjaran (Unpad) turut hadir bersinergi dalam pencarian korban hingga pendampingan psikososial.
Selain itu, Universitas Negeri Padang (UNP) juga membangun posko UNP Peduli Bencana. Posko ini juga menjadi pusat pengumpulan dan distribusi bantuan ke Agam, Tanjung Raya, Padang, Pesisir Selatan, Solok, dan beberapa titik lain.
Mahasiswa Teknik Otomotif UNP juga membuka layanan service motor secara gratis, untuk bantu masyarakat agar bisa kembali memiliki transportasi layak.
Selanjutnya ada Politeknik Negeri Padang (PNP) mengerahkan operator alat berat dan teknisi terlatih. Ini bagian dari upaya percepatan pemulihan pada infrastruktur.
Baca juga: USU Turun Tangan! Kolaborasi FKep dan FK Beri Respons Tanggap Bencana di Sumatera Utara
Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang juga hadir untuk membantu pasca bencana. ISI memprioritaskan langkah pemetaan kebutuhan di Silaing Bawah, Islamic Center, dan Batu Taba.
Mereka menyiapkan kebutuhan bayi, tikar, makanan anak, perlengkapan sekolah, alat ibadah, serta kebutuhan sanitas.
Sedangkan Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat mengerahkan ratusan relawan melalui posko UM Sumbar Peduli. Para relawan melakukan pembersihan, pembukaan akses, penyediaan layanan kesehatan, dan pemulihan trauma.
Tim UM Sumbar bergerak di beberapa wilayah, seperti Pagadih, Sungai Landia, dan Malalak Timur.
Terakhir, ada Universitas Putra Indonesia YPTK, yang terjun langsung ke titik paling berdampak, seperti Gunung Pangilun dan Batu Busuk. Tim memberikan bantuan sembako, air bersih, alat kebersihan, hingga bantuan pada bayi.
Kemdiktisaintek pun terus mengumpulkan pembaruan data harian dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumatera Barat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA