Senin, 15 DESEMBER 2025 • 11:16 WIB

Mahasiswa Prodi Kimia Unair Juara Dua Kategori Kumite Senior di Ajang Karate Internasional

Author

Raffy Ilham Zakiyantono Juara Dua kategori Kumute Senior (unair.ac.id)

INDOZONE.ID - Prestasi gemilang kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Airlangga, yaitu Raffy Ilham Zakiyantono dari Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi (FST).

Raffy berhasil meraih juara dua kategori Kumite Senior 75 Kg Putra di ajang International Karate Open Championship. Kompetisi ini diadakan di Universitas Sebelas Maret (UNS) dan diikuti oleh atlet karate dari berbagai negara.

Bagi Raffy, kejuaran ini merupakan ajang kompetitif dengan tingkat persaingan yang ketat. Ia mengungkapkan bahwa pencapaiannya ini mencerminkan disiplin dan daya saing pada level kompetisi.

Baca juga: Peluang Kerja Luas hingga Gaji Kompetitif: 6 Alasan Jurusan Teknik Tetap Jadi Pilihan Terbaik Masa Depan

Proses Latihan yang Panjang

Perjalanan Raffy meraih juara bukanlah hal singkat, ia berlatih secara intensif bersama UKM Karate UNAIR. Ia berlatih teknik kumite yang dilakukannya setiap malam. Ia berlatih fokus pada serangan, pertahanan, pengaturan jarak, dan stimulasi pertandingan.

Selain itu, Raffy juga melakukan latihan fisik secara mandiri setiap pagi. Ini dilakukan untuk menjaga daya tahan, kecepatan, kelincahan, dan pastinya kekuatan. Totalnya, ia berlatih dua kali sehari selama beberapa minggu, bahkan intensitas meningkat saat mendekati lomba.

“Latihan kumite dilakukan untuk membangun konsistensi teknik dan kesiapan menghadapi berbagai gaya bertanding lawan,” jelasnya.

Baca juga: Gelar Malam Keakraban, Alumni UB Galang Dana Buat Bencana Aceh-Sumut-Sumbar

Tantang yang Dilalui

Raffy juga mengungkapkan salah satu tantangan terbesar yaitu menjaga kondisi fisik, fokus, dan mental di tengah kondisi jadwal padat dan lawan yang berpengalaman.

Kelelahan fisik dan tekanan mental menjadi ujian tersendiri, tetapi disiplin latihan dan manajemen energi membantu saya tetap tampil maksimal hingga akhir pertandingan,” ungkap Raffy.

Keikutsertaan Raffy dalam ajang ini tidak terlepas dari keinginannya, untuk menguji hasil latihan yang selama ini ia lakukan. Selain itu, untuk mengukur kemampuan diri di level yang lebih tinggi.

Ia juga memiliki motivasi dan berkeinginan untuk mengharumkan nama UKM Karate dan almamater.

“Kejuaraan ini menjadi sarana evaluasi sejauh mana kesiapan teknik, fisik, dan mental saya ketika berhadapan langsung dengan atlet-atlet lain,” katanya.

Baca juga: 5 Cara Menghadapi Seminar Proposal Biar Lancar dan Gak Banyak Revisi

Keseimbangan Akademik dan Non-Akademik

Sebagai mahasiswa, Raffy juga harus menerapkan manajemen waktu yang baik. Ia selalu memastikan sudah menyelesaikan kewajibannya sebelum melakukan latihan.

“Kegiatan akademik tetap menjadi tanggung jawab utama. Saya menyelesaikan kewajiban kuliah terlebih dahulu, lalu menyesuaikan jadwal latihan tanpa mengganggu perkuliahan,” ujarnya.

Pertandingan ini memberikan pelajaran berarti bagi Raffy, khususnya pada mengelola tekanan dan menjaga komitmen.

Baca juga: Perkuat Jaringan Global, Unej Menjalin Kerja Sama dengan JLASTU China dalam Bidang Pertanian

“Dalam kompetisi tingkat internasional, setiap kesalahan kecil memiliki konsekuensi besar. Saya belajar untuk tetap tenang, fokus, dan bertanggung jawab penuh terhadap proses yang saya jalani,” tuturnya.

Raffy juga berpesan untuk para mahasiswa UNAIR agar bisa berprestasi di bidang non-akademik juga.

“Berprestasi berarti berani melawan rasa ragu dan lelah. Jangan menunggu kondisi ideal, karena pertumbuhan berawal dari keputusan untuk bertanggung jawab pada pilihan sendiri dan tetap berjalan meski berat,” jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unair.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU