Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 14:40 WIB

Anti-Stres Penolakan Judul Skripsi: Kuasai 7 Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari Mahasiswa

Author

Ilustrasi mahasiswa sedang menentukan judul skripsi (Freepik)

INDOZONE.ID – Bagi mahasiswa, mendapat penolakan judul skripsi oleh dosen pembimbing dapat membuat stress. Namun, sebenarnya hal tersebut wajar terjadi dan dapat diperbaiki jika tahu penyebabnya.

Berikut adalah 7 alasan kenapa judul skripsi mahasiswa sering ditolak:

Baca juga: 6 Tips Ampuh Mengerjakan Skripsi Tanpa Stres, Mahasiswa Akhir Wajib Tahu!

1. Judul Skripsi Kurang Tepat

Judul yang terlalu umum, tidak fokus, atau tidak sesuai dengan bidang studi membuat arah penelitian menjadi tidak jelas.

Dosen biasanya mengharapkan judul yang spesifik, relevan, dan memiliki nilai kebaruan agar penelitian layak dikembangkan.

Mahasiswa harus melakukan riset awal, membaca jurnal, dan berdiskusi dengan dosen agar judul yang dipilih lebih tajam dan relevan.

2. Tinjauan Pustaka Lemah

Skripsi bisa ditolak jika referensi yang kamu gunakan sedikit, tidak ilmiah, atau tidak berkaitan langsung dengan topik penelitian.

Selain jumlah referensi, mahasiswa juga perlu mengaitkan teori dengan masalah penelitian secara logis.

Mengaitkan teori dengan penelitian adalah langkah penting. Jika teori hanya disalin tanpa analisis, penelitian akan terlihat kurang mendalam. 

Baca juga: 5 Bentuk Research Gap ala Prof. Sugiyono, Penting buat Mahasiswa supaya Riset Lebih Terarah!

3. Terindikasi Plagiarisme

Tingginya tingkat kemiripan tulisan, baik disengaja maupun tidak, dapat menyebabkan skripsi ditolak.

Hal ini biasanya terjadi karena terlalu banyak menyalin sumber tanpa parafrase atau kurang mencantumkan referensi yang tepat.

Penting untuk kamu melakukan parafrase dan pengecekan plagiarisme terlebih dahulu sebelum skripsi dikumpulkan.

4. Struktur dan Format Tidak Sesuai Pedoman

Setiap kampus memiliki aturan penulisan skripsi yang harus diikuti, mulai dari sistematika, margin, jenis huruf, hingga penulisan daftar pustaka.

Skripsi yang isinya sudah baik pun bisa ditolak jika tidak sesuai pedoman. Hal ini menunjukkan kurangnya ketelitian dan keseriusan mahasiswa dalam menyusun skripsi. 

Baca juga: Anti Panik! Begini Timeline Mulai Skripsi dari Semester 1 sampai Lulus

5. Metodologi Penelitian Kurang Jelas

Metode penelitian yang tidak sesuai dengan rumusan masalah atau tujuan membuat hasil penelitian diragukan.

Selain itu, penjelasan mengenai teknik pengumpulan data, subjek penelitian, dan alat analisis yang kurang rinci membuat penelitian dianggap tidak valid.

Dosen perlu melihat bahwa proses penelitian dilakukan secara sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.

6.  Analisis Data Kurang Mendalam

Data yang sudah dikumpulkan harus dianalisis secara kritis dan dikaitkan dengan teori. Jika mahasiswa hanya menyajikan data tanpa pembahasan yang mendalam, skripsi akan dinilai lemah.

Dosen mengharapkan adanya interpretasi, perbandingan dengan penelitian sebelumnya, serta penjelasan yang logis terhadap hasil penelitian. 

Baca juga: Bingung Bikin Rumusan Masalah? Ini Cara Praktis yang Bisa Dipakai Mahasiswa untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

7. Penggunaan Bahasa yang Tidak Akademik

Bahasa dalam skripsi harus bersifat formal dan baku. Penggunaan bahasa sehari-hari, kalimat tidak efektif, serta banyaknya kesalahan ejaan dapat menurunkan kualitas skripsi.

Selain itu, bahasa yang tidak runtut membuat pembaca sulit memahami isi penelitian. Oleh karena itu, proses proofreading sangat penting sebelum skripsi dikumpulkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Info.populix.co

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU