Ilustrasi tumpukan tugas sebelum mendapatkan gelar sarjana (freepik.com)
INDOZONE.ID - Menyelesaikan studi tepat waktu biasanya dianggap sebagai sebuah tekanan. Padahal, dengan perencanaan yang jelas, prosesnya bisa jauh lebih terarah.
Melalui pembagian fase per semester, mulai dari fase eksplorasi di semester awal hingga fase eksekusi dan restart bagi yang memulai di semester lanjut. Pendekatan ini bisa membantu mahasiswa memahami ritme akademik dan menyesuaikannya dengan kapasitas masing-masing.
Toga wisuda Universitas Padjajaran (YouTube/@Universitas Padjajaran)
Baca juga: 5 Ciri Skripsi Kurang Menarik dan Tips Menghindarinya
Empat semester pertama menjadi waktu paling penting untuk membangun fondasi. Pada fase ini, mahasiswa dianjurkan fokus mempelajari dasar-dasar keilmuan, memperluas jaringan pertemanan, aktif berorganisasi, hingga mengikuti kegiatan magang untuk melihat dunia kerja dari dekat.
Tujuan akhirnya adalah mengenali minat diri dan arah bidang yang ingin didalami di kemudian hari.
Memasuki pertengahan masa studi, ritme perkuliahan mulai terasa semakin serius. Pada fase ini, mahasiswa biasanya mulai mengenal metode penelitian, memahami gaya mengajar dosen, dan mengamati pola akademik di kelas.
Walaupun belum perlu memulai penyusunan skripsi, fase ini direkomendasikan sebagai saat yang tepat untuk mulai memperhatikan arah penelitian.
Pada tahap ini, mahasiswa sudah bisa mulai melakukan langkah-langkah kecil seperti membaca jurnal, mencatat ide penelitian, menyusun kerangka awal proposal, dan berdiskusi dengan senior atau dosen.
Proses persiapan ini gak harus dilakukan secara tergesa-gesa. Setiap mahasiswa memiliki ritme progres yang berbeda. Yang terpenting, ada konsistensi dalam melakukan gerakan kecil yang terus berlanjut.
Pada fase inilah mahasiswa mulai memasuki proses yang lebih intens. Proposal harus dirampungkan, kemudian dilanjutkan dengan penulisan skripsi secara penuh.
Di tengah proses tersebut, banyak mahasiswa juga sedang menyelesaikan magang, sehingga manajemen waktu menjadi faktor penentu keberhasilan.
Bagi mahasiswa yang baru mulai skripsi di semester lanjut atau sempat mengalami jeda panjang, fase restart memberi kesempatan untuk kembali bangkit.
Langkah-langkah kecil seperti menghubungi dosen pembimbing, membuka draft proposal lama, atau menulis sedikit demi sedikit dapat menjadi titik awal yang baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@dafnisfaz_