Senin, 22 DESEMBER 2025 • 12:20 WIB

Unhan Kerahkan Mahasiswa untuk Bantu Instalasi Air Bersih di Wilayah Bencana Sumatera

Author

Sejumlah mahasiswa Unhan diberangkatkan ke Sumatera Utara (ANTARA)

INDOZONE.ID - Sebagai respons pasca bencana Sumatera, sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan) membantu instalasi air bersih di Sumatera Utara.

Dilansir Antara, para mahasiswa berangkat menggunakan pesawat Hercules A-1331 milik TNI Angkatan Udara (AU), pada Sabtu pukul 12.00 WIB.

“Kami berangkat ke Sumatera Utara untuk membantu pemeriksaan instalasi air,” ujar salah satu mahasiswa perempuan dari Program Studi Rekayasa Sumber Daya Air (RSDA) Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan (FTTP) Unhan, dikutip Senin (22/12/2025).

Baca juga: UI Jalin Kerja Sama dengan ISNAD Foudation untuk Buka Akses Pendidikan Masyarakat Palestina

Pesawat Hercules A-1331 berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, ke Lanud Soewondo, Medan. Sesampainya di Medan, para mahasiswa melanjutkan perjalanan ke lokasi bencana.

Mereka membawa logistik untuk melakukan pemeriksaan dan pendampingan teknik instalasi air di wilayah tersebut.

Sebelumnya, TNI dan Unhas juga sudah membentuk Satgas Pengembangan dan Penerapan Teknologi Penjernihan Air, yang dipakai saat penanganan bencana di Sumatera.

Satgas tersebut bertugas untuk menciptakan alat penjernih, sehingga air yang kotor bisa layak diminum oleh masyarakat.

Satgas ini dikoordinatori oleh Kolonel Inf Musthofa dan diketuai oleh dosen Program Studi Fisika Unhan, Diyan Parwatiningtyas. Sementara itu, anggotanya berasal dari dosen dan kadet Unhan lintas fakultas.

Tim mengembangkan water treatment berbasis reverse osmosis, mampu menghasilkan 20.000 liter air bersih per hari. Air ini digunakan untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Sedangkan air siap minum sekitar 4.000 - 5.000 liter.

Baca juga: 5 Kesalahan Mahasiswa Saat Menentukan Judul Skripsi, Nomor Lima Sering Terjadi

Mesin ini dirancang dengan tabung filtrasi, yang berbahan dasar Fiber Reinforced Plastic (FRP), lalu dilengkapi dengan lapisan media penyaring seperti manganese ferrolite, manganese zeolit, karbon aktif, dan silika.

Kemudian hasil filtrasi diproses dengan teknologi reverse osmosis, serta penyinaran ultraviolet (UV). Ini untuk memastikan air bebas dari garam terlarut, kontaminan mikro, bakteri, dan virus berbahaya.

Untuk biaya produksi per unitnya sekitar Rp65-70 juta. Teknologi ini dianggap lebih efisien dan efektif digunakan saat kondisi darurat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU